Kultum Ramadan 1447 H: Bukan Sekadar Menahan Lapar, Puasa Upaya Bangun Zona Integritas

Kamis, 26 Februari 2026 · 14:11 WIB

Yogyakarta (Kanwil Kemenag DIY) — Menjalani ibadah di bulan suci Ramadan bukan sekadar rutinitas menahan haus dan lapar, melainkan momentum memperkuat ketakwaan serta membangun karakter integritas. Hal tersebut menjadi benang merah dalam Kultum Ramadan yang disampaikan oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Sidik Pramono, di hadapan jamaah Musala Al Ikhlas Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Kamis (26/02/2026).

Dalam tausiyahnya, Sidik Pramono mengingatkan pesan Rasulullah SAW mengenai kualitas puasa. Ia menekankan bahwa banyak orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan apa pun kecuali rasa lapar dan haus.



Kultum Ramadan 1447 H: Bukan Sekadar Menahan Lapar, Puasa Upaya Bangun Zona Integritas

Kultum Ramadan 1447 H: Bukan Sekadar Menahan Lapar, Puasa Upaya Bangun Zona Integritas

Kultum Ramadan 1447 H: Bukan Sekadar Menahan Lapar, Puasa Upaya Bangun Zona Integritas

“Tujuan utama kita adalah menambah ketakwaan kepada Allah. Puasa yang berhasil adalah puasa yang mampu mengubah perilaku pelakunya menjadi lebih peduli dan berintegritas," ujar Sidik.

Indokator lainnya, menurut Sidik adalah meningkatnya kepekaan sosial. Ia menyoroti beberapa poin penting sebagai implementasi nyata dari puasa yakni Dermawan di Segala Kondisi: Gemar memberikan bantuan atau shodaqoh kepada sesama, baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Kedua, Perhatian kepada Sesama: Orang yang berpuasa sejatinya akan memberikan perhatian lebih kepada orang lain. "Jika memasak, perbanyaklah kuahnya agar bisa berbagi dengan tetangga, ini adalah adab bertetangga,” ungkap Sidik.

Lebih lanjut, Sidik menjelaskan bahwa puasa adalah sarana melatih pengendalian emosi. “Kemampuan mengendalikan amarah sangat tergantung pada sudut pandang yang kita gunakan dalam menghadapi masalah,” ujarnya. Selain itu, budaya meminta dan memberi maaf disebutnya sebagai kunci kesehatan mental dan fisik.

Kualitas personal yang terbentuk selama Ramadan ini, menurut Sidik, merupakan fondasi utama dalam mendukung visi besar instansi.

"Dengan pribadi yang mampu mengendalikan diri dan peduli pada sesama, kita sedang membangun negeri dan secara nyata membangun Zona Integritas (ZI) di lingkungan Kanwil Kemenag DIY. Integritas dimulai dari hati yang bersih dan perilaku yang terjaga selama Ramadan," pungkasnya.

Acara yang berlangsung khidmat ini diawali dengan doa bersama dalam Majlis Khotmil Qur’an yang dipimpin oleh Ujang Sihabudin, sebagai bentuk syukur dan permohonan keberkahan di bulan Ramadan. (bap)


User Photo

Penulis: Bramma Aji Putra
Editor: Bramma Aji Putra
Sudah dibaca: 12

Ikuti Kami

Website Resmi Kemenag DIY

Sarana