Opini Suluh: Pasca Sumpah Pemuda, PR-nya Apa?

Jumat, 31 Oktober 2025 · 23:33 WIB

Masih lekat di ingatan, tanggal 28 Oktober, memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke-97. Pemuda punya komitmen untuk memegang teguh Sumpah Pemuda yang merupakan warisan moral, bukan hanya sejarah. Tahun 2025 telah mengusung tema resmi: “Pemuda-Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu.”

Ikrar Sumpah Pemuda ini menjadi tonggak penting dalam proses pembentukan identitas nasional Indonesia: Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Air Indonesia; Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia; Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.



Opini Suluh: Pasca Sumpah Pemuda, PR-nya Apa?

Opini Suluh: Pasca Sumpah Pemuda, PR-nya Apa?

Tekad tersebut kemudian harus diimplementasikan saat ini dan akan datang.

Pemuda sebagai agen perubahan harus aktif bergerak — bukan hanya meneruskan, tetapi juga menggerakkan perubahan — senantiasa berupaya untuk berinovasi, berkolaborasi, bertindak nyata dan aktif, berpikir kritis, dan terlibat nyata dalam transformasi sosial. Menurut John Dewey (1859–1952) – Filsuf dan pendidik Amerika, pemuda adalah agen perubahan sosial yang harus dibekali pendidikan demokratis agar mampu berpikir kritis dan bertanggung jawab.

Education is not preparation for life; education is life it self.”

Sementara itu, menurut Karl Mannheim (1893–1947), Sosiolog asal Jerman menyebut pemuda sebagai “fresh contact generation” — generasi yang memberi kontak segar terhadap nilai-nilai lama. Pemuda memiliki kekuatan untuk memperbarui cita-cita bangsa agar tetap relevan dengan masanya.

Prof. Azyumardi Azra, Rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1998–2006), yang memimpin transformasi IAIN menjadi UIN Jakarta, menekankan bahwa pemuda Islam Indonesia harus menjadi agen moderasi dan kemajuan.

Dalam semangat Sumpah Pemuda, pemuda harus menjaga ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan) dan menghindari ekstremisme, sambil mengisi kemerdekaan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), dan tentu menjaga iman dan takwa (Imtak)-nya.

 

Dr H. Nur Ahmad Ghojali S.Ag MA 

Analis Kebijakan Ahli Madya 

Kanwil Kemenag DIY


User Photo

Penulis: Bramma Aji Putra
Editor: Bramma Aji Putra
Sudah dibaca: 125

Ikuti Kami

Website Resmi Kemenag DIY

Sarana