- Jumat, 27 Februari 2026
Majlis Taklim memiliki peran strategis dalam masyarakat sebagai sarana pendidikan keagamaan nonformal. Selaku sekretaris Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) DIY, metika mengantarkan materi terkait peran BP4 dalam pembentukan keluarga sakinah pada acara penguatan Pokja Majlis Ta'lim yang diselenggarakan Kemenag DIY di hotel Pandanaran Yogyakarta (21/8/2025) sangat senang bersilaturahim dengan para tokoh penggerak masyarakat di akar rumput. Menurut Katim 2 SBI Bidang Penais Zawa Uswatun Hasanah bahwa majlis taklim di DIY ada 7.500 yang tercatat, bisa sampai angka ribuan jumlah majlis taklim yang tidak tercatat dan terkoordinir. Dalam acara tersebut hanya mengundang 41 pokja majlis taklim, tentu masih minim prosentase karena keterbatasan anggaran. Kegiatan majlis taklim yang diselenggarakan di masjid, mushola atau tempat-tempat lainnya berbasis kemandirian, biasanya pengeluaran terbanyak untuk konsumsi maupun bisyarah mubaligh.
Majlis Taklim berasal dari bahasa Arab, kata "majlis" berarti. orang yang duduk, pertemuan atau perhimpunan, dan "taklim" berarti pengajaran atau pendidikan.
Majlis Taklim merupakan suatu bentuk kegiatan di kalangan masyarakat Muslim di Indonesia, yang berfungsi sebagai tempat untuk belajar, berdiskusi, dan memperdalam ilmu agama Islam secara rutin, informal dan berbekal kemandirian.
Banyak Majlis Taklim yang dikelola oleh ibu-ibu atau kelompok perempuan, yang menjadi ruang pemberdayaan, baik dalam spiritual maupun sosial-ekonomi, peningkatan pengetahuan melalui diskusi, kajian maupun pengajian. Peran perempuan dalam dakwah tumbuh aktif dan produktif tidak hanya pada masalah ibadah tapi juga muamalah.
Peran majlis taklim juga diantaranya sebagai penangkal radikalisme, penguatan moderasi beragama. Dengan bimbingan dari tokoh agama yang moderat, Majlis Taklim berperan mencegah paham-paham menyimpang dan mendekatkan pada wasatiyah sehingga menjadi garda depan dalam membangun Islam yang rahmatan lil alamin dan berkemajuan.
Maka penguatan kelembagaan menjadi sangat penting melalui Pokja (Kelompok Kerja) Majlis Taklim yang terorganisir, terarah, terstruktur dengan baik walaupun kegiatan tersebut tidak menjangkau seluruh majlis taklim yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dr. H. Nur Ahmad Ghojali M.A
Analis Kebijakan Ahli Madya
Kanwil Kemenag DIY