Portal Pintar SIMAS bagi Operator KUA di DIY

Panduan SIMAS

Istilah yang Digunakan dalam Laman Ini

  • Masmus = masjid/musala
  • Kako = Kankemenag kabupaten/kota
  • Admin/operator = administrator/operator SIMAS

Akses Situs

  1. simas.kemenag.go.id
    • Read-only
    • Untuk kepentingan stakeholder atau khalayak umum
  2. simas.kemenag.go.id/simasadmin
    • Managemen masmus (menambah, mengedit, menghapus, proposal bantuan, dll)
    • Untuk kepentingan operator KUA

Tipologi Masmus di DIY

Dasar: Keputusan Direktur Jenderal Nomor DJ.II/802 Tahun 2014 (*.PDF)

  1. Masjid
    1. Raya (Tingkat DIY)
    2. Agung (Tingkat Kako)
    3. Besar (Tingkat Kecamatan)
    4. Jami (Tingkat Desa & di area pemukiman)
      • Masjid Jami Resmi diberi keterangan pada deskripsi yang intinya bahwa masjid ini adalah Masjid Jami Desa/Kelurahan .... 
      • Masjid Biasa yang "di-Jami-kan", tidak perlu diberi keterangan apapun
    5. Bersejarah (Memiliki nilai sejarah)
    6. Tempat Publik (Berada di tempat publik)
  2. Musala
    1. Publik
    2. Kantor
    3. Pendidikan
    4. Perumahan

Penulisan Masmus

  1. Tulislah dengan standar penulisan yang benar untuk tertib penulisan dan kemudahaan saat pencarian nama masmus tersebut.
  2. Secara otomatis, saat kita klik AL/AR/AN/AT/AS  sebagai awalan nama masmus, pasti diikuti tanda (-) setelahnya. Jadi jangan ditambahi lagi tanda (-).
    • Contoh benar: AL-MUSTATIB, AL-AMIEN
    • Contoh salah: AL--MUSTATIB, AL--AMIEN
  3. Jangan ditambahkan tanda petik dua (") diatas nama.
    • Contoh Salah: "SYIROTHOL MUSTAQIM", "DARUSSALAM"

Penyikapan Masmus dengan ID Ganda

Ada 2 kategori ID Ganda, yaitu:

  • 1 Bangunan masmus dengan 2 atau lebih ID ganda
    • Pertahankan ID dengan nomor terkecil
    • Apabila terdapat masmus yang belum diinput ke SIMAS, silakan masukkan masmus tersebut kepada ID yang satunya
    • Apabila memang tidak ada masmus yang belum dimasukkan ke SIMAS, maka usulkan penghapusan masmus tersebut
  • 2 atau lebih bangunan masmus dengan 1 ID
    • Backup secara manual data yang ada pada masmus-masmus tersebut
    • Usulkan penghapusan ke admin/operator Kako
    • Cek apakah masmus tersebut telah terhapus
    • Tambahkan kembali masmus ke SIMAS dengan data backup manual (mengetik ulang/copy-paste)

Penghapusan Masmus

Penghapusan masmus merupakan kewenangan admin/operator Kako. Oleh karena itu, tugas operator KUA adalah sbb:

  1. Pastikan bahwa masmus yang akan dihapus adalah masmus yang tidak valid (tidak ada fisiknya, memiliki ID ganda, dll)
  2. Apabila terdapat ID ganda yang mengacu kepada masmus yang sama, maka pilihlah ID terkecil untuk dipertahankan, dan sisanya diusulkan kepada Kankemenag Kabupaten/Kota untuk dihapus.
  3. Permohonan penghapusan harus disertai surat resmi dengan tanda tangan dan stempel basah kepala KUA

Adapun tugas admin/operator Kako

  1. Menerima disposisi surat resmi penghapusan
  2. Melakukan verifikasi terhadap masmus yang akan dihapus
  3. Menghapus masmus yang benar-benar tidak valid

Migrasi Musala ke Masjid

  1. Operator KUA menginput masjid baru ke SIMAS dan memasukkan kata2 berikut di kolom sejarah/deskripsi :
    • Masjid XXXX adalah pengembangan dari musala XXXX dengan nomor ID Musala: YYYYYYYYYYY, setelah disimpan, maka masjid tersebut akan mempunyai ID ZZZZZZZZZ
  2. Operator KUA membuat surat resmi ke Kankemenag Kako untuk menghapus musala dengan ID YYYYYYYYYYY dengan alasan bahwa musala tersebut sudah alih fungsi sebagai masjid dengan ID ZZZZZZZZZ
  3. Admin/operator kako menerima disposisi surat penghapusan
  4. Admin/operator kako melaksanakan penghapusan musala dengan ID YYYYYYYYYYY

Masmus Terdampak Bencana

  1. Apabila nama masmus masih sama, silakan diinput saja sesuai keadaan yang ada, tahun berdiri mengikuti tahun berdiri pertama kali. Kemudian di kolom sejarah/keterangan, ditulisi (yg intinya sbb) : masjid ini mengalami pembangunan ulang setelah rusak parah terdampak bencana [masukkan katergori bencana alam, tanggal/bulan/tahun terjadinya, dan/atau keterangan penguat lainnya]. Pembangunan ulang/renovasi besar-besaran dilakukan pada periode .... s.d. ..... dan mulai diresmikan/dipakai salat jamaah kembali pada tanggal .....
  2. Apabila nama masmus sudah berbeda, silakan diinput saja sesuai keadaan yang ada, tahun berdiri mengikuti tahun berdiri pertama kali. Kemudian di kolom sejarah/keterangan, ditulisi (yg intinya sbb) : Semula, masjid ini bernama masjid XXXXXXX.. masjid ini mengalami pembangunan ulang setelah rusak parah terdampak bencana [masukkan katergori bencana alam, tanggal/bulan/tahun terjadinya, dan/atau keterangan penguat lainnya].. Pembangunan ulang/renovasi besar-besaran dilakukan pada periode .... s.d. ..... dan mulai diresmikan/dipakai salat jamaah kembali pada tanggal ..... dengan nama baru yaitu masjid YYYYYYYY
  3. Apabila masmus-nya baru dibangun pasca bencana, maka silakan input sesuai keadaan yang sebenarnya, dan jangan lupa, di kolom sejarah/keterangan diisi (yg intinya) : masmus ini dibangun di area terdampak bencana [masukkan katergori bencana alam, tanggal/bulan/tahun terjadinya, dan/atau keterangan penguat lainnya]

Filter Masmus Per Desa

SIMAS versi 4 ini belum mendukung pencarian masmus per desa sebagaimana versi-versi sebelumnya. Untuk itu diperlukan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Ekspor data ke format excel
  2. Buka excel dan pastikan sudah enable editing
  3. Aplikasikan filter pada kolom-kolom yang ada
  4. Fokus ke header filter kolom Desa kemudian lakukan filter sebagaimana biasa. Langkah-langkahnya dapat dibaca di sini.

Struktur ID Masmus

01.4.15.04.07.000105
AA.B.CC.DD.EE.FFFFFF
  • AA = kode masmus.. mas=01; mus=02
  • B = tipologi masmus
  • CC = kode prov
  • DD = kode kab/kota
  • EE = kode kec
  • FFFFFF = nomer masjid (nomor unik yg disusun berdasarkan AA, B, CC, DD, dan EE)

Perubahan Isian yang Mengakibatkan Pergantian ID Masmus

  • Seandainya ada yang berubah dari AA, B, CC, DD, dan/atau EE, maka FFFFFF juga akan otomatis berubah dikarenakan FFFFFF akan mencari nomor urut maksimal + 1 untuk dijadikan ID baru
  • Yg dimaksud dg no urut maksimal adalah no urut tertinggi masmus pada tipologi & alamat (provinsi, kabupaten/kota, kecamatan) tertentu.
  • Namun, jika kita tidak melakukan perubahan tipologi dan/atau alamat (provinsi, kabupaten/kota, kecamatan) atau dengan kata lain kita mengedit selain isian tersebut, maka tidak akan mengubah ID

Latitude dan Longitude

Cara memperoleh latitude dan longitude dari SIMAS

  1. Edit data masjid yang bersesuaian
  2. Setelah muncul mapnya, maka silakan ganti lokasi dengan menarik pin ke tempat yang dituju, latitude dan longitude akan otomatis terisi. Dapat menggunakan fitur zoom in/out untuk mempermudah.

Cara memperoleh latitude dan longitude dari GoogleMaps

  1. Buka GoogleMaps di PC/Laptop dan pastikan berada pada mode Satelit sehingga terlihat jalan, rumah, sawah, dll
  2. Jika sudah ada pin lokasi di GoogleMaps, klik pin lokasinya, kemudian ke address bar dan carilah tulisan/angka yang mirip seperti ini @-7.9982504,110.6526223,18z
    • -7.9982504 = latitude
    • 110.6526223 = longitude
    • 18z = tingkat zoom peta
  3. Jika di GoogleMap belum ada pin lokasi, maka
    • Zoom peta sesuai kebutuhan
    • Klik lokasi masmus tersebut, akan otomatis muncul informasi latitude dan longitude
  4. Tinggal copy-paste angka-angka tersebut pada isian yang berseuaian

Sebagai pengetahuan dasar, daerah jogja rata-rata memiliki latitude di kepala -7.xxxx s.d. -8.xxxx dan longitude di kepala 110.yyyyy. Apabila koordinat masmus-nya tidak berada pada jangkauan angka tersebut, maka dapat dipastikan bahwa koordinat masmus-nya salah dan wajib diperbaiki

  1. Batas LATITUDE di DIY diambil dari GoogleMaps
    • Utara (gunung merapi) di sekitar -7.5410484
    • Selatan (Girisubo Gunungkidul pojok selatan) di sekitar -8.203635
  2. Batas LONGITUDE di DIY diambil dari GoogleMaps
    • Barat (Mangrove Wanatirta Kulon Progo) di sekitar 110.014041
    • Timur (Girisubo Gunungkidul pojok timur) di sekitar 110.8496581

Azimut Kiblat

  • Azimut kiblat diisi menggunakan format yang sama dengan latitude maupun longitude, yaitu format desimal.
  • Apabila hanya didapat data yang menggunakan derajat-menit-detik, maka data tersebut dapat dikonversi menggunakan aplikasi kalkulator/konverter.
  • Salah satu alat tersebut adalah Coordinat Converter (dapat diunduh di PlayStore Android)

Surat Keterangan (Suket) ID dan Rekomendasi  (Rekom) Masmus

  • Surat keterangan ID masmus tersedia dalam bentuk *.DOC dan *.PDF
  • Surat rekomendasi masmus tersedia dalam bentuk *.DOC
  • Apabila file *.DOC telah diunduh dan QR Code tidak tampil, maka di-enable saving/printing terlebih dahulu
  • Agar nama kepala kantor (penanda tangan) otomatis muncul, diperlukan mengubah settings di menu System > User Management.
    • Edit user yang bersesuaian, kemudian isilah pada bagian Nama Kepala dan NIP Kepala.
    • Jangan lupa, jika tidak ingin mengubah password, maka kosongkan passwordnya
    • Terakhir, klik Submit

Permasalahan Permintaan Suket & Rekom ID Masmus

Permintaan Surat Keterangan (Suket) dan Rekomendasi (Rekom) harus didasarkan pada ketersediaan ID Masmus pada SIMAS. Apabila masmus belum terdaftar di SIMAS, maka

  1. Jika masmus sudah mempunyai bangunan fisik dan telah melaksanakan kegiatan ibadah, maka segera daftarkan pada SIMAS agar dapat dicetak Suket & Rekom-nya
  2. Jika masmus belum mempunyai bangunan fisik dan/atau belum melaksanakan ibadah dikarenakan sedang berada dalam tahap pembangunan baru, maka masmus tersebut dapat diberikan ID masmus dengan syarat:
    1. Kepanitiaan pembangunan masmus benar-benar jelas dan valid (telah diverifikasi)
    2. Status tanahnya benar-benar jelas didukung dengan bukti/dokumennya
      • Jika statusnya wakaf, maka harus ada dokumen ikrar wakaf atau surat pernyataan wakaf
      • Jika statusnya hak milik, harus ada salinan sah sertipikatnya
      • Jika statusnya fasilitas umum, harus jelas fasilitas umum dari siapa
      • Jika statusnya hibah, harus jelas hibah dari mana
    3. Terdapat Surat Izin Mendirikan Bangunan Masmus sesuai Peraturan Bersama Menteri (Menag & Mendagri) Nomor 9 dan 8 Tahun 2006 terkait Pendirian Rumah Ibadat.

Permasalahan Wakaf

Legalitas wakaf masjid/musala akhir-akhir ini tidak bisa lagi dianggap sebagai pelengkap. Bahkan untuk menjaga dan menjamin kemaslahatan ummat, pewakafan masjid harus diwujudkan dalam wujud terbitnya sertifikat wakaf. Salah satu unsur dipenuhinya wakaf adalah adanya wakif (pihak yang mewakafkan) dan nadzir (pihak penerima wakaf). Nadzir bisa dalam bentuk perorangan maupun badan hukum/organisasi.  Nadzir badan hukum/organisasi jauh lebih menjamin untuk tidak bergonta-gantinya nadzir. Dengan demikian nadzir badan hukum/organisasi lebih menjamin keberlangsungan harta/tanah wakaf itu, dan menghindari potensi terjadinya sengketa. Jika nadzir perorangan meninggal, maka tidak harus ikrar wakaf lagi, cukup mengajukan pergantian nadzir ke BWI dengan pengantar dari PPAIW/KUA.

Unggah Foto Masmus

  1. Pastikan ukuran 1 foto tidak melebihi 1 MB, sangat disarankan hanya 512 kB untuk mempercepat proses loading
  2. Bagi foto yang melebihi ukuran, dapat dimampatkan (compressed) agar ukurannya menjadi lebih kecil.
  3. Ada banyak tools untuk memampatkan gambar
    1. Android
    2. PC/Laptop

Mengatasi Error Saat Menambah/Mengedit Masmus

  • Pastikan Faham Keagamaan diisi pertama kali dengan cara langsung menuju pada tab keempat dan scroll ke bawah sampai menemukan isian Faham Keagamaan. Silakan diisi dan simpan dahulu, kemudian edit kembali baru dilanjutkan menginputnya

Mengatasi Error SIMAS yang Tidak Wajar

  • Logout dulu, kemudian login kembali
  • Apabila cara tersebut tidak berhasil, maka lakukan clear cache browsernya. Langkah-langkahnya ada di sini.

SOP Permintaan Data oleh Pihak Eksternal

  1. Permintaan data menggunakan surat resmi
  2. Operator menerima disposisi permintaan data tersebut dari atasan langsung
  3. Operator melakukan ekspor data ke excel sesuai dengan isi disposisi, dengan batasan kolom yang diberikan sbb:
    • Masjid ID, Nama Masjid, Provinsi, Kabupaten, Kecamatan, Tipologi, Alamat, Profil Masjid
    • Selain kolom tersebut, TIDAK BOLEH DIBERIKAN