- Sabtu, 11 April 2026
Yogyakarta (Kemenag DIY) — Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar kegiatan pembinaan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Bimas Kristen se-DIY dengan tema “Pelayanan Online sebagai Strategi Misi Kristen”. Kegiatan ini dilaksanakan, Rabu (8/4/2026) di Aula Lantai 3 Kanwil Kemenag DIY.
Pembinaan ini diikuti oleh para penyuluh agama Kristen, pengawas sekolah, guru agama Kristen, serta pegawai di lingkungan Bimas Kristen dari kabupaten dan kota se-DIY. Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan kepada masyarakat.
Acara dibuka oleh Plt. Pembimas Kristen Kanwil Kemenag DIY, Abd. Su’ud. Dalam arahannya, ia mengajak seluruh peserta untuk memaknai momentum Paskah sebagai semangat baru dalam meningkatkan pelayanan dan kinerja.
“Perayaan Paskah mengingatkan kita pada semangat kebangkitan dan pembaruan. Semangat itu hendaknya kita terjemahkan dalam kehidupan dan kinerja sehari-hari, termasuk dalam memberikan pelayanan terbaik kepada umat,” ujar Abd. Su’ud yang juga menjabat Kabag Tata Usaha Kemenag DIY ini.
Ia juga menekankan pentingnya membangun pola kerja yang lebih efektif dan terkoordinasi, mengingat struktur Bimas Kristen di tingkat daerah belum sepenuhnya terbentuk seperti pada beberapa satuan kerja lainnya. Karena itu, koordinasi antarpegawai menjadi kunci dalam memastikan setiap program pelayanan dapat berjalan dengan baik.
“Kita perlu membangun pola kerja yang lebih terstruktur, jelas siapa mengerjakan apa, kapan dilaksanakan, dan bagaimana mekanismenya. Koordinasi yang baik akan mempercepat pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, Abd. Su’ud juga mendorong peningkatan kompetensi ASN, khususnya para penyuluh agama Kristen, agar mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan tuntutan pelayanan digital.
“Di era digital saat ini, pelayanan keagamaan tidak hanya dilakukan secara tatap muka. Pemanfaatan teknologi informasi menjadi kebutuhan agar pelayanan dapat menjangkau masyarakat lebih luas dan lebih cepat,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan materi oleh David Natalius Sumlang dari Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo. Ia memaparkan tentang pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan misi Kristen.
David menjelaskan bahwa pelayanan online dapat menjadi sarana strategis untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas. Dengan memanfaatkan berbagai platform digital seperti website, media sosial, podcast, maupun kelas Alkitab daring, pelayanan keagamaan dapat dilakukan secara lebih efektif.
“Pelayanan online memungkinkan kita menjangkau orang dari berbagai daerah bahkan negara tanpa batas geografis. Teknologi digital dapat menjadi sarana untuk menyebarkan nilai-nilai iman, pengajaran, dan pelayanan kasih,” jelas David.
Ia juga menegaskan bahwa penggunaan teknologi dalam pelayanan dapat dimaknai sebagai bagian dari implementasi firman Tuhan, sebagaimana tertulis dalam Kisah Para Rasul 1: 8 tentang panggilan untuk menjadi saksi hingga ke ujung bumi.
Kegiatan pembinaan ini diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme ASN Bimas Kristen serta mendorong pemanfaatan teknologi digital sebagai bagian dari strategi pelayanan keagamaan di era modern. (don/bap)