- Sabtu, 11 April 2026
Yogyakarta (Kemenag DIY) – Guna memperkuat fondasi pendidikan anak usia dini yang lebih inklusif dan bermakna, Pengurus Wilayah Ikatan Guru Raudhatul Athfal (PW IGRA) D.I. Yogyakarta bersinergi dengan Program Studi PIAUD Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga menyelenggarakan Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).
“Kegiatan yang berlangsung selama dua hari pada 3–4 April 2026 ini dipusatkan di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga. Workshop ini fokus pada dua agenda utama implementasi filosofi KBC dan teknis penyusunan perangkat ajar bagi guru Raudhatul Athfal (RA),” ungkap Ketua PW IGRA D.I. Yogyakarta, Supriyati Idi Soepyanto.
Ia mengungkapkan bahwa agenda ini diikuti oleh 400 guru RA dari lima kabupaten/kota di DIY, yakni Sleman, Gunungkidul, Kulon Progo, Bantul, dan Kota Yogyakarta. Selain para praktisi, kegiatan ini juga melibatkan jajaran dosen Prodi PIAUD UIN Sunan Kalijaga.
"Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Dekan FITK serta Kaprodi PIAUD UIN Sunan Kalijaga atas kolaborasi yang luar biasa ini. Harapan kami, sinergi ini dapat terus terjalin demi kemajuan pendidikan madrasah di wilayah DIY," ujar perempuan yang akrab disapa Gadis itu.
Hadir mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Ketua Tim III Bidang Kelembagaan Pendidikan Madrasah, H. Abdu Naim, menekankan pentingnya sentuhan kasih sayang dalam kurikulum. Dalam sambutannya, ia menggarisbawahi tiga indikator utama keberhasilan KBC di satuan pendidikan.
"Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dikatakan berhasil jika mampu mewujudkan tiga hal: madrasah ramah lingkungan, madrasah ramah anak, serta terciptanya kesejahteraan (well-being) bagi peserta didik, baik secara fisik maupun mental," terang Abdu Naim sebelum membuka acara secara resmi.
Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Dekan FITK UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Sigit Purnama; Ketua Program Studi PIAUD, Dr. Rohinah; serta Ketua Tim II Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY, H. Basyori Alwi.
Sesi workshop menghadirkan Prof. Dr. Sigit Purnama sebagai pembicara kunci (keynote speaker). Selanjutnya, para peserta menerima pemaparan materi dari tiga narasumber ahli: Dr. Rohinah, MA, memaparkan regulasi dan kebijakan Kementerian Agama terkait implementasi KBC; Handayani Suminar Indrati, M.Pd, mengulas filosofi deep learning melalui pendekatan Panca Cinta yang disertai sesi refleksi mendalam untuk membangun empati pendidik; dan Lina Mariana, MA, memberikan panduan praktis mengenai desain kurikulum Panca Cinta, mulai dari penyusunan perangkat ajar hingga sistem asesmen yang relevan untuk tingkat RA.
Workshop ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi guru RA di Yogyakarta. Melalui KBC, orientasi pendidikan madrasah tidak hanya terpaku pada capaian akademik, namun juga mampu menumbuhkan karakter, empati, dan kebahagiaan anak secara holistik menuju pendidikan yang lebih humanis dan berkelanjutan. (sep/bap)