- Sabtu, 11 April 2026
Yogyakarta (Humas Kemenag DIY)— Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar apel pagi, Senin (6/4/2026) di halaman kantor setempat. Hadir sebagai Pembina Apel, Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Kanwil Kemenag DIY, Abd. Su’ud, serta diikuti oleh seluruh jajaran Kanwil Kemenag DIY.
Dalam arahannya, Abd. Su’ud menekankan pentingnya kedisiplinan pegawai, khususnya dalam mengikuti apel pagi setiap hari Senin. Ia mengingatkan agar seluruh pegawai, termasuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dapat berpartisipasi secara aktif kecuali memiliki tugas dinas luar yang jelas.
“Apel pagi merupakan bagian dari kedisiplinan pegawai. Kegiatan ini tidak berlangsung lama, rata-rata sekitar 30 menit, kecuali ada agenda tambahan seperti penyerahan penghargaan atau kenaikan pangkat. Oleh karena itu, saya berharap seluruh pegawai dapat berupaya hadir, terutama pada hari Senin,” ujar Abd. Su’ud.
Ia juga menyampaikan bahwa apel pagi ini menjadi momentum untuk memulai kembali aktivitas kerja secara penuh setelah libur panjang yang bertepatan dengan beberapa hari besar keagamaan, yakni Hari Raya Nyepi, Idulfitri, serta perayaan Paskah bagi umat Kristiani.
“Kita telah melalui masa libur yang cukup panjang. Ibarat baterai yang telah diisi ulang hingga penuh, sekarang saatnya kita kembali bekerja dengan energi baru dan semangat yang lebih baik,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Abd. Su’ud juga menyampaikan apresiasi atas capaian Kanwil Kemenag DIY yang memperoleh penghargaan sebagai Kanwil Responsif dalam pelaksanaan SPAN-PTKIN. Penghargaan tersebut merupakan salah satu dari lima kategori yang diberikan kepada Kantor Wilayah Kementerian Agama di seluruh Indonesia.
“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran, khususnya bidang pendidikan madrasah. Meski masih dalam kategori responsif, ini menunjukkan bahwa Kanwil Kemenag DIY mampu memberikan respons dan dukungan yang baik terhadap proses seleksi masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN),” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa masih terdapat sejumlah kategori lain yang dapat menjadi target peningkatan kinerja di masa mendatang, seperti jumlah finalisasi pendaftar terbanyak, penggerak siswa dan santri, penggerak satuan pendidikan, serta kinerja unggul dalam jumlah siswa yang diterima di PTKIN.
Lebih lanjut, Abd. Su’ud mengajak seluruh pegawai untuk memaknai momentum Idulfitri sebagai semangat baru dalam bekerja. Menurutnya, terdapat tiga nilai utama yang dapat diimplementasikan dalam lingkungan kerja.
Pertama, penguatan kerja tim. Ia menegaskan bahwa setiap prestasi lembaga merupakan hasil kerja bersama, bukan capaian individu.
“Prestasi lembaga bukanlah prestasi satu orang, melainkan hasil kerja tim. Setiap pegawai memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing. Karena itu, jangan sampai pekerjaan kita justru dibebankan kepada orang lain,” tegasnya.
Kedua, makna kembali kepada fitrah, yang dimaknai sebagai upaya untuk terus meningkatkan kualitas diri dan kinerja.
“Sebagai manusia yang diberi kelebihan, kita harus menunjukkan kinerja terbaik. Sekecil apa pun prestasi yang kita capai akan memberikan manfaat bagi lembaga,” ujarnya.
Ketiga, menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan harmonis agar kinerja organisasi dapat berjalan optimal.
“Lingkungan kerja yang nyaman akan membuat kita lebih semangat dan produktif. Jika komunikasi dalam tim terjalin dengan baik, maka pekerjaan juga akan lebih mudah diselesaikan dengan hasil yang maksimal,” katanya.
Di akhir arahannya, Abd. Su’ud juga mengingatkan bahwa saat ini Tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) masih melakukan pemeriksaan di lingkungan Kanwil Kemenag DIY. Ia mengimbau seluruh pegawai untuk tetap kooperatif dan menjalankan tugas dengan baik.
“Kehadiran tim pemeriksa adalah bagian dari proses kerja yang harus kita hadapi dengan profesional. Mari kita jalani dengan tenang, tetap nyaman dalam bekerja, dan memberikan dukungan yang diperlukan,” pungkasnya. (don/bap)