Sekjen: Perlu Afirmasi Anggaran untuk Tingkatkan Mutu PTKIN


Sekjen: Perlu Afirmasi Anggaran untuk Tingkatkan Mutu PTKIN Sekjen: Perlu Afirmasi Anggaran untuk Tingkatkan Mutu PTKIN
Kategori : INFORMASI
Tanggal : 2020-11-03 08:30:33

Cipanas (Kemenag)--Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nizar menyampaikan perlu afirmasi anggaran untuk melakukan peningkatan mutu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Hal ini disampaikan Nizar dalam Rapat Kerja Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Ditjen Pendidikan Islam Kemenag, di Cipanas, Jawa Barat. Demikian dilansir dari kemenag.go.id. 

"Saat ini kalau kita bedah anggaran PTKIN, 74 persen  digunakan untuk belanja pegawai. Sementara sebanyak 26 persen lainnya baru digunakan untuk mensupport kebutuhan  peningkatan  mutu perguruan tinggi. Ini tidak logis, karenanya perlu adanya afirmasi anggaran," kata Nizar, Senin (02/11). 

Sekjen: Perlu Afirmasi Anggaran untuk Tingkatkan Mutu PTKIN

Sekjen: Perlu Afirmasi Anggaran untuk Tingkatkan Mutu PTKIN

Kegiatan Rapat Kerja yang diikuti oleh  jajaran Direktorat Diktis ini juga dihadiri  Staf Khusus Menag Kevin Haikal, Dirjen Pendidikan Islam M. Ali Ramdhani, dan Direktur  Diktis Suyitno. 

Nizar menuturkan, saat ini, bila seluruh anggaran PTKIN digabungkan, maka nilainya tidak lebih besar dari anggaran yang dimiliki satu perguruan tinggi umum. "Ini yang perlu kita bahas bersama. Apalagi, PTKIN juga memiliki tuntutan pengembangan kualitas yang harus dipenuhi sama dengan perguruan tinggi umum," imbuhnya. 

Karenanya menurut Sekjen, diperlukan terobosan-terobosan untuk memperoleh afirmasi anggaran tersebut. "Kita perlu membuat rencana detail dan gambaran besar serta komprehensif tentang bagaimana cita-cita  yang akan dicapai PTKIN ke depan," tutur Nizar. 

"Bila kita bisa menerjemahkan dengan rinci, hal ini tentunya bisa kita bicarakan dengan Bappenas dan Kementerian Keuangan agar afirmasi anggaran itu bisa kita peroleh," lanjutnya. 

Sementara itu, menurut Nizar, sebelum adanya afirmasi anggaran, pihak PTKIN harus terus berupaya untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada guna peningkatan kualitas. "Misalnya, jangan sampai ada keluhan PTKIN tidak dapat menerima mahasiswa lebih banyak karena tidak tersedianya ruang belajar," tukas Nizar. 

Hal semacam ini menurut Nizar dapat disiasati dengan membangun sistem kampus bersama. "Jadi ruangan yang dimiliki suatu fakultas, dapat digunakan juga oleh lainnya. Bila ketersediaan ruangan ini dapat diatur dengan baik, maka masalah keterbatasan ruangan dapat diatasi," tuturnya. 

Selain itu, PTKIN juga perlu memperkuat distingsi keilmuan yang dimiliki dibandingkan perguruan tinggi umum. "Misalnya untuk membuat pendidikan vokasi, maka perlu dipikirkan  dengan matang, jenis vokasi apa yang perlu disiapkan oleh PTKIN yang tentunya berbeda dengan pendidikan vokasi yang sudah dimiliki perguruan tinggi umum lainnya," ungkap Sekjen. 

"Saya pun setuju untuk membentuk suatu lembaga atau pusat studi yang bertugas untuk membahas prospek pendidikan tinggi masa depan," ujar Nizar. 

(sumber: kemenag.go.id)

Kontributor : MAGANG
Editor : Bramma Aji Putra
Dibaca : 97

Bagikan