MAN 3 Bantul Produksi Film Pendek


MAN 3 Bantul Produksi Film Pendek Poster Film Pendek MAN 3 Bantul
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2020-10-31 07:15:14

Bantul (MAN 3 Bantul)—Memperingati bulan Bahasa  dan Sumpah Pemuda MAN 3 Bantul memproduksi film pendek bertemakan Pentingnya Bahasa Indonesia. Film pendek yang digagas guru-guru bahasa tersebut bertujuan untuk mememberikan wadah kreatifitas siswa khususnya dibidang seni akting dan peran. Film berdurasi 15 menit tersebut diberi judul Aku+Kamu = Kita, dimainkan oleh siswa perwakilan kelas X,XI dan XII Bahasa.

Pembuatan film bekerjasama dengan Blank Art Studio yang digawangi Anas P.S. dan disutradari koordinator rumpun bahasa Sumiyati MA dan Anas P.S.
Film yang menceritakan seorang siswi madrasah (Ayu) yang berasal dari Bandung dan tidak bisa berbahasa Jawa, menemui kesulitan dalam memahami bahasa Jawa yang memang sering digunakan dalam berkomunikasi oleh mayoritas siswa di madrasah mengingat kebanyakan dari mereka berasal dari Yogyakarta. Ketidaktahuan akan bahasa Jawa membuat Ayu merasa tersingkir dan tidak bisa berkomunikasi dengan teman lainnya. Konflik terjadi saat teman-temannya menganggap dirinya sombong dan tidak mau berinteraksi dengan mereka.

Berkat saran dan juga nasihat dari budenya dimana Ayu tinggal, menjadikannya percaya diri dan menyadari bahwa sebenarnya untuk berkomunikasi bisa menggunakan bahasa Indonesia. Inilah pesan yang bisa diambil dari film tersebut, yakni bahasa Indonesia memang merupakan bahasa persatuan dan merupakan bahasa komunikasi yang bisa dipahami seluruh warga negara.

Kepala madrasah, Nur Wahyudin Al Azis yang juga menjadi bagian dalam produksi film tersebut mengungkapkan, pembuatan film tersebut merupakan  upaya madrasah dalam mengembangkan potensi yang dilmiliki siswa. “Penayangan perdana yang dilakukan bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda juga merupakan bukti  semangat siswa dalam merealisasikan makna Sumpah Pemuda, yakni realisasi rasa cinta terhadap bahasa Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, menurut Sumiyati produksi film pendek tersebut merupakan film pertama yang dibuat. Gagasan memproduksi film adalah keinginannya memberikan pengalaman dan juga fasilitas guna mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki siswa. “Semoga dengan pengalaman yang diperoleh dalam produksi film ini, bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat dan dapat dikembangkan dikemudian hari. Alhamdulillah berkat kerjasama yang baik dari seluruh civitas, film bisa dinikmati masyarakat luas dan sudah ditonton lebih dari 2000 kali, semoga bermanfaat dan menambah rasa cinta terhadap bahasa Indonesia,” pungkasnya.(lif)

Kontributor : MAN3BANTUL
Editor : Bramma Aji Putra
Dibaca : 216

Bagikan