Kemenag RI Matangkan Konsep Unifikasi Kalender Hijriyah di Yogyakarta


Kemenag RI Matangkan Konsep Unifikasi Kalender Hijriyah di Yogyakarta
Kategori : KANWIL
Tanggal : 2020-10-09 10:22:48

Yogyakarta (Humas Kemenag DIY)-- Kementerian Agama RI melalui Ditjen Bimas Islam menggelar Temu Kerja Hisab Rukyat di Yogyakarta. Sebanyak 50 peserta yang terdiri dari pakar falak, astronomi dan unsur terkait lainnya hadir membahas pelbagai permasalahan hisab rukyat, salah satunya pematangan konsep unifikasi Kalender Hijriyah. Kasi Kemasjidan, Hisab Rukyat dan Bina Syariah Bidang Urusan Agama Islam Kemenag DIY, Yosef Muniri, menjelaskan hal itu di sela penutupan kegiatan, Jumat (9/10/2020).

Menurutnya, pertemuan selama tiga hari ini menghadirkan sejumlah narasumber guna membahas sejumlah isu. “Mulai dari Prospek Kalender Islam Global Kajian Kriteria Turki dan Rekomendasi Jakarta 2017 oleh Kepala Lapan Thomas Jamaludin, Naskah Akademik Unifikasi Kalender Hijriyah dengan pemateri Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Susiknan Azhari, Waktu Fajar dalam perspektif Fikih dan Sains (Hasil Observasi) bersama Pakar Hisab Rukyat Abdul Muid Zahid, juga Kebijakan Kanwil Kemenag DIY Tentang Hisab Rukyat oleh Edhi Gunawan, serta Riview Awal Bulan Kamariah 2021-2022 yang disampaikan Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah Ismail Fahmi,” terang Yosef.

“Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin saat membuka acara ini secara virtual, menyebut bahwa Temu Kerja Hisab Rukyat merupakan salah satu kegiatan strategis yang diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi guna membuat kebijakan hisab rukyat di Indonesia,” ujar Yosef.

“Sesuai arahan Dirjen, kegiatan juga diisi dengan mengeksplorasi ide-ide yang berkembang di kalangan ahli dengan tetap mendasarkan apa yang telah disepakati secara nasional, dan regional yaitu keputusan MABIMS dan hasil rekomendasi Jakarta 2017, dan juga melihat peluang kriteria yang disepakati pada pertemuan di Turki tahun 2016,” jelasnya menambahkan.

Kegiatan juga dihadiri ormas/lembaga antara lain ormas Islam Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Al-Washliyah, Persis, dan Persatuan Umat Islam (PUI). Hadir juga perwakilan dari Mahkamah Agung RI, Pengadilan Tinggi Agama, dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), termasuk astronom serta akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB).

 

Kontributor : Bramma Aji Putra
Editor : Bramma Aji Putra
Dibaca : 969

Bagikan