Warga MAN 4 Sleman Kompak Wujudkan Madrasah Unggul


Warga MAN 4 Sleman Kompak Wujudkan Madrasah Unggul Peserta Pelatihan tekun mengikuti kegiatan
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2020-10-08 03:53:35

Sleman (MAN 4 Sleman) – Akan dilaksanakannya Asesmen Kompetensi Minimal (AKM) merupakan tonggak untuk menunjukkan kinerja madrasah.  Setelah tiadanya Ujian Nasional bagi kelas 12 akan diterapkan AKM bagi peserta didik kelas 11.  “Hasil asessment tidak lagi tergantung pada mata pelajaran tertentu namun tergantung pada sistem yang berjalan di madrasah.  Seluruh warga madrasah mulai dari kepala, guru hingga tenaga cleaning service sangat menentukan keberhasilan suatu madrasah.  Maka madrasah perlu membangun sistem dalam agar dapat memberikan layanan yang baik bagi peserta didik. Sistem berjalan dengan baik layanan kepada peserta didik dan hasil AKM baik,” jelas Master Aziz pemateri dari Smart Vision Yogyakarta di hadapan peserta Teachers Upgrade and Character Building guru dan pegawai MAN 4 Sleman Selasa (06/10/2020) di aula madrasah setempat. 

Menjalankan tugas sebagai guru maupun pegawai harus dilandasi keikhlasan dan sepenuh hati, bukan semata tugas kedinasan.  Niat tulus mendidik anak menyiapkan generasi sholih-sholihah yang kelak menjadi penerang di akhirat. "Demikian juga dalam menjalankan tugas, seorang guru atau pegawai jangan sampai melakukan suatu  kecerobohan. Karena kecerobohan bisa menghancurkan segalanya," tegasnya. Aziz banyak menuturkan perjuangan gigihnya membawa madrasah tempat ia bekerja dan ia pipmpin, yang biasa menjadi luar biasa. Digambarkan, saat membawa madrasah menuju puncak seperti membawa gerobak yang melewati jalan menanjak, ada warga yang ikut kerja keras membantu, ada yang ikut ndompleng namun tak dipungkiri ada trouble makers.  Melihat keadaan seperti itu harus ada ketegasan pimpinan, karena yang diperlukan adalah kebersamaan, kekompakan, soliditas, kerja sama dan kerja keras untuk membawa "kereta" madrasah menuju puncak prestasi.

Warga MAN 4 Sleman Kompak Wujudkan Madrasah Unggul

Sementara Coach Erick menekankan guru dan pegawai dalam melaksanakan tugas harus dengan penuh bahagia dan rasa syukur yang keduanya bisa menjadi energi positif.  Menghadapi peserta didik yang menjengkelkan atau menyebalkan misalnya, harus dihadapi secara bijak, bahagia, optimis dan tetap santun.  Ia memberikan tip menghadapi keadaan yang paling menjengkelkan menjadi sikap arif bijak dan menyenangkan. “Salah satunya membuat tombol kebahagiaan pada diri kita.  Ketika terjadi suatu pengalaman yang tak mengenakkan, menjengkelkan hingga membuat marah besar misalnya, tombol kebahagiaan bisa kita klik dan yang muncul adalah kebahagiaan kita.  Sikap jengkel pun hilang karena itu akan sangat merugikan kita, tetapi kebahagiaan akan menjadi energy positif,” jelas Erick. 

Ia kemudian mengundang seorang peserta untuk diajak praktek membangun tombol kebahagiaan. Memintanya mengingat kembali tiga kejadian dalam hidup yang pernah dialami, sambil membuat “tombol” nya yang di-click kala menghadapi sesuatu yang sangat buruk.  Peserta itu, Indiani, mampu melakukannya dengan baik, membuatnya tersenyum bahagia dengan tulus. Melalui kegiatan ini diharapkan warga madrasah, guru pegawai tetap kompak, solid, bahagia dalam bekerja untuk mewujudkan madrasah unggul hebaat bermartabat.  (eds)

Tetap Sehat dan Semangat #LawanCovid-19

Kontributor : MAN4SLEMAN
Editor : Titik Nur Farikhah
Dibaca : 115

Bagikan