Maksimalkan Peran Trusted Advisor, Itjen Rumuskan Risiko Audit Satker Pendidikan


Maksimalkan Peran Trusted Advisor, Itjen Rumuskan Risiko Audit Satker Pendidikan Maksimalkan Peran Trusted Advisor, Itjen Rumuskan Risiko Audit Satker Pendidikan
Kategori : INFORMASI
Tanggal : 2020-09-21 11:32:32

Ciputat, (Humas Kemenag DIY) - Dalam menjalankan tugas dan fungsi serta ditengah Pandemi Covid 19, Inspektorat Jenderal Kementerian Agama melalui Inspektorat Wilayah II menyelenggarakan kegiatan dengan tema “Penilaian Risiko Audit Satker Pendidikan” Kegiatan ini diselenggarakan dengan mematuhi protokol kesehatan secara ketat, seluruh peserta wajib menggunakan masker dan face shield, serta tetap menjaga jarak antar peserta, Senin (14/09). Kegiatan yang diselenggarakan di Wisma Syahida Inn  ini diikuti oleh auditor pada Inspektorat Wilayah II dan beberapa Kepala Madrasah Negeri di Lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan. Demikian dilansir dari itjen.kemenag.go.id

Dalam pembukaannya, Inspektur Wilayah II Nur Arifin menegaskan akan pentingnya penilaian risiko audit, khususnya satker pendidikan “Kegiatan ini penting dilaksanakan, mengingat pada tahun 2020 lebih dari 80% anggaran Kementerian Agama adalah anggaran pendidikan. Sudah semestinya pengawasan pendidikan menjadi prioritas utama pengawasan demi mensukseskan program pendidikan Kementerian Agama” Ungkap Nur Arifin, yang baru saja memperoleh gelar Doktor Bidang Pendidikan dari UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

“Dalam kecenderungannya, manusia atau dalam hal ini satker yang jarang atau minim pengawasan akan lebih dominan berpeluang melakukan pelanggaran dibanding dengan satker yang lebih sering diawasi” lanjut Nur Arifin.

Untuk memaksimalkan output kegiatan, Itwil II mengundang menjadi pembicara kegiatan Direktur Pengawasan Bidang Pengembangan SDM dan Kebudayaan BPKP RI Ayi Riyanto. Dalam paparannya Ayi menekankan pentingnya APIP memahami tugas dan fungsinya, “APIP tidak boleh hanya menjadi watch dog saja, saat ini terlebih dalam situasi pandemi covid 19 ini, APIP harus lebih mengedepankan advise, menjadi Trusted Advisor, pemberi arahan untuk perbaikan penyelenggaraan instansi kedepannya” ungkap Ayi mengawali paparannya.  

Dari kegiatan ini diharapkan para peserta mampu melaksanakan tugas dan fungsinya secara profesional, dalam perumusan risiko audit, baik dari sisi auditor sebagai APIP, dan para Kepala Madrasah sebagai pemilik risiko, sehingga penyelenggaraan organisasi bisa berjalan dengan efektif dan efisien serta sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Sumber : itjen.kemenag.go.id)

 

Kontributor : MAGANG
Editor : Bramma Aji Putra
Dibaca : 120

Bagikan