Ujian SKB CPNS Kemenag di MAN 3 Sleman Terapkan Protokol Kesehatan


Ujian SKB CPNS Kemenag di MAN 3 Sleman Terapkan Protokol Kesehatan
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2020-09-18 04:44:11

Sleman (MAN 3 Sleman) – Pelaksanaan ujian Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS formasi 2019 Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY telah memasuki hari keempat. Sejauh ini proses ujian berjalan lancar, adapun kendala yang muncul alhamdulillah masih bisa teratasi dengan baik. Pelaksanaan SKB CPNS tahun ini tentu berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana pelaksanaannya harus berjalan di tengah masa pandemi. Sebenarnya proses seleksi ini adalah kelanjutan dari penjaringan jabatan tahun 2019 namun, karena faktor tersebut maka proses ujian menjadi mundur dari jadwal yang ditentukan. Guna mensukseskan acara, maka proses ujian harus diimbangi dengan pengawasan yang ketat agar semua dapat terlaksana sesuai protokol kesehatan.

Rabu (16/9) Drs. H. Tulus Dumadi, M.A. selaku ketua koordinator titik lokasi Kabupaten Sleman menjelaskan bahwa tahun ini terdapat beberapa perbedaan alur dan media. Mengingat bahwa proses ini berlangsung dimasa pandemi, maka pelaksanaan ujian pun dilakukan secara online atau virtual. Dari beberapa lokasi yang dipilih, MAN 3 Sleman ditunjuk sebagai lokasi ujian SKB khusus untuk peserta yang beralamat di Kabupaten Sleman. Lokasi ujian SKB CPNS didasarkan pada alamat peserta yang tertera dalam KTP. Meski peserta mengambil formasi di luar kabupaten Sleman, namun apabila dalam KTP menunjukkan alamat di Sleman maka peserta wajib mengikuti ujian di wilayah Sleman. Peraturan ini tentu dibuat dalam rangka memutus rantai penyebaran dan penularan Covid-19.

Ujian SKB CPNS Kemenag di MAN 3 Sleman Terapkan Protokol Kesehatan

Ujian SKB CPNS Kemenag di MAN 3 Sleman Terapkan Protokol Kesehatan

Ujian SKB CPNS Kemenag di MAN 3 Sleman Terapkan Protokol Kesehatan

Ujian SKB CPNS Kemenag di MAN 3 Sleman Terapkan Protokol Kesehatan

Ujian SKB CPNS Kemenag di MAN 3 Sleman Terapkan Protokol Kesehatan

Total peserta SKB yang tercatat mengikuti ujian di MAN 3 Sleman ada 110 peserta. Para peserta berasal dari formasi kependidikan dan non kependidikan. Ujian SKB dilaksanakan mulai hari Senin, 14 – 22 September 2020. Sebelum ujian SKB online dilaksanakan, para peserta diberi kesempatan untuk melakukan cek lokasi dan cek jaringan internet. Para peserta melakukan pengecekan di MAN 3 Sleman pada tanggal 7 – 9 September 2020 dengan membawa peralatan masing-masing. Saat check lokasi ujian, peserta dipastikan membawa laptop webcam, tersedia internet browser, terinstall aplikasi zoom desktop, microphone dan speaker berfungsi dengan baik, paket data atau modem terhubung dengan baik serta tidak ada aplikasi screen recording.

Sebelum mengikuti ujian, peserta yang hadir di lokasi harus mengikuti protokol kesehatan yang telah dibuat. Tim Satgas Covid MAN 3 Sleman yang diketuai oleh Mucharom, S.Ag., M.Si. telah menyusun protokol kesehatan yang harus diikuti para peserta. Mulai dari memakai masker dengan benar, parkir ditempat yang ditentukan, cuci tangan dengan sabun, cek suhu tubuh, mengambil nomor antrian, antri dan menjaga jarak aman, presensi kehadiran, kemudian masuk ruang tunggu peserta. Selain itu, tim Satgas juga memberikan rekomendasi penting untuk membawa alat ibadah sendiri, membawa surat keterangan sehat dari dokter, melokalisir diri hanya ditempat seleksi, menjaga kebersihan lingkungan MAN 3 Sleman dan apabila suhu tubuh peserta lebih dari 37.8 tim satgas telah menyiapkan ruang khusus untuk isolasi sementara.

Ujian dimulai pada hari Senin, 14 September 2020 untuk sesi praktek kerja. Tahap ini berlangsung selama empat hari. Peserta yang hadir terbagi sesuai jadwal yakni sekitar 30 peserta perharinya. Peserta yang akan mengikuti ujian praktek kerja wajib hadir di lokasi 120 menit sebelum ujian berlangsung, hal ini untuk meminimalisir keterlambatan kehadiran sekaligus untuk mengatur settingan jaringan internet peserta. Peserta nomor urut pertama sudah harus berada di lokasi pada pukul 05.30 WIB karena jadwal ujian prakteknya dimulai pukul 07.30 WIB. “Alokasi waktu selama 120 menit tersebut, bertujuan untuk memberikan persiapan kepada peserta sebab para peserta harus mengikuti pengarahan terlebih dahulu di Ruang AVA, lalu 10 menit sebelum masuk ruang, peserta sudah standby di depan ruangan dan join di zoom meeting,” jelas Tulus Dumadi, Kasubag TU Kemenag Sleman yang bertindak sebagai ketua panitia.

Ujian praktek kerja ini sifatnya online sehingga apabila terjadi kendala teknis maka akan menjadi tanggung jawab peserta. Panitia hanya bertugas memberikan layanan fasilitas tempat, pengawasan dan pengarahan. Untuk itu, peserta sangat perlu mempersiapkan segala peralatan dengan baik demi kelancaran ujian. Meski sudah dipersiapkan dengan baik namun saat hari H tetap saja ada kendala yang tidak terduga. “Saat kemarin cek lokasi dan jaringan internet, alhamdulillah internet saya berfungsi dengan baik, namun tadi saat ditengah-tengah sesi tanya jawab dengan penguji tiba-tiba sinyal internet saya bermasalah, akhirnya ada pertanyaan yang tidak terdengar dan saya kehabisan waktu untuk menjawab,” cerita Ma’arif Hadang, peserta formasi PJOK dari Moyudan.

Ujian praktek kerja berlangsung selama 30 menit. Peserta masuk dalam ruang ujian dan langsung melakukan sesi tanya jawab dengan penguji via zoom. Setelah sesi ini selesai, peserta selanjutnya akan mengikuti psikotes secara massal sebanyak 110 peserta pada hari Jum’at, 18 September 2020 mendatang. Psikotes dilakukan secara online selama tiga jam, sehingga peserta harus membawa peralatan ujian masing-masing seperti saat ujian praktek kerja. Panitia telah menyiapkan 7 ruangan yang nantinya setiap ruang ujian berisi sekitar 16 peserta. Tahap terakhir dari SKB yaitu wawancara yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 19 – 22 September 2020 sesuai jadwal yang dibuat.

“Sistem ujian secara online atau virtual ini memang menimbulkan beberapa kendala khususnya terkait jaringan internet yang tidak stabil. Selain itu, faktor lain juga bisa muncul dari peserta sendiri yang kurang mempersiapkan aplikasi, bisa juga dari jaringan internet satker lokasi yang didaftar atau proses tanya jawab yang melebihi durasi. Padahal kendala-kendala tersebut mengakibatkan efek domino bagi peserta lain,” pungkas Tulus. Berbagai macam hal yang terjadi selama proses ujian SKB tahun ini, kelak akan memberikan pengalaman dan sejarah yang tak terlupakan bagi para peserta. Aulia Ghazna Nizami, peserta SKB formasi Dosen Syariah UIN Sunan Kalijaga menuturkan harapannya, disisa hari ujian yang ada, dirinya berharap panitia tetap mempertahankan pelayanan optimalnya dan berharap semoga semua pihak selalu dalam keadaan sehat dan dijauhkan dari segala macam penyakit. (Est)

Kontributor : MAN3SLEMAN
Editor : Titik Nur Farikhah
Dibaca : 265

Bagikan