Launching Dua Buku, Guru Madrasah Gunungkidul Siap Melaju


Launching Dua Buku, Guru Madrasah Gunungkidul Siap Melaju Foto bersama kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul dan para penulis buku
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2020-09-16 11:47:32

Gunungkidul (MTsN 8 Gunungkidul) - Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan daya kreasi dan inovasi para guru dalam menghasilkan karya. Hal ini dibuktikan 34 guru madrsah di Gunungkidul dengan menerbitkan dua buku sekaligus. Buku pertama adalah kumpulan kisah inspiratif guru semasa Pandemi Covid-19 yang berjudul Antara Aku, Kau, dan Corona. Buku kedua berjudul Secerah Sinar Mentari berisi kumpulan cerpen yang dituangkan dalam berbagai gaya bahasa dan imajinasi yang tersusun apik. 

Pada Senin, 14 September bertempat di ruang tamu, H. Arief Gunadi, S.Ag.,M.Pd.I. selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul menerima wakil dari para penulis. Arief Gunadi dengan tangan terbuka dan penuh apresiasi menyambut baik audiensi di acara tersebut. Beliau juga mengatakan buku yang diterbitkan tersebut adalah buah pikir, buah pengalaman, dan juga jati diri dari para penulis. “Diharapkan para penulis bisa memprovokasi guru lain untuk giat literasi. Karena guru diyakini punya daya imajinasi dan dapat  membuka cakrawala wawasan bagi pembacanya. Satu huruf ada seratus kemuliaan, satu karya menjadi amal jariyah yang tak pernah putus. Guru ditantang untuk mampu memadukan antara konseptor dan eksekutor. Di masa pandemi ini ternyata guru madrasah dapat membuktikan bahwa semangatnya selalu menyala dan massif dalam menebarkan kebaikan. Mampu memanfaatkan momen pandemi menjadi hal yang positif," tandasnya. Di akhir audiensi orang nomor satu di Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul ini siap membantu dan support untuk langkah selanjutnya. 

Launching Dua Buku, Guru Madrasah Gunungkidul Siap Melaju

Rukmini sebagai salah satu penulis dari MTs Negeri 8 Gunungkidul mengatakan ketertarikannya mengikuti even tersebut. Alasannya berpartisipasi dalam penulisan buku bareng sebagai upaya dirinya untuk menghidupkan literasi yang dimulai dari diri sendiri.

Sebuah bangun ruang dimulai dari garis dan sebuah garis dimulai dari sebuah titik. Hal besar yang ingin diraih pasti melalui hal-hal kecil yang telah dilakukan dan berkelanjutan. Dua buku karya guru madrasah Gunungkidul menjadi titik awal sebuah mimpi besar untuk mewujudkan slogan madrasah hebat bermartabat. Tak ada yang tak mungkin, sebuah keniscayaan akan terwujud dengan kesungguhan, kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas. (ken)

 

Kontributor : MTSN8GK
Editor : Eko Triyanto
Dibaca : 320

Bagikan