Tambah Amunisi, Itjen Menuju Digitalisasi Arsip


Tambah Amunisi, Itjen Menuju Digitalisasi Arsip Tambah Amunisi, Itjen Menuju Digitalisasi Arsip
Kategori : INFORMASI
Tanggal : 2020-09-16 09:56:34

Jakarta (Humas Kemenag DIY ) -- Inspektur Jenderal Kementerian Agama Deni Suardini, hari ini melantik dua orang fungsional arsiparis pada Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Rahmatiah dan Sari Febrianti. Berlangsung di Operational Room Lt. II, Hadir sebagai saksi pelantikan, Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Muhammad Tambrin, Kepala Bagian Kepegawaian dan Umum Sutikno dan Kepala Subbagian Tata Usaha dan Hubungan Masyarakat Nurul Badruttamam, Jum'at (11/09). Demikian dilansir dari itjen.kemenag.go.id

Irjen Deni Suardini berharap pelantikan arsiparis ini menjadi amunisi baru Itjen memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. Ke depannya ia berharap, pengelolaan sistem kearsipan dapat dilakukan secara elektronik (digitalisasi arsip). Arsip digital sangat memudahkan penyimpanan, menghindari kerusakan dan punya sistem proteksi. Selain itu, digitalisasi arsip juga akan memudahkan untuk melakukan back-up data.

“Saya berharap dua orang arsiparis yang dilantik hari ini dapat mengemban tugas dengan baik dan bertanggung jawab. Semoga digitalisasi arsip ini bisa berjalan di Inspektorat Jenderal Kementerian Agama,” kata Irjen.

Upaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik tersebut dapat diterjemahkan melalui peningkatan profesionalisme pegawai dan komitmen untuk mewujudkan tata kelola yang baik (good governance). Tujuan reformasi birokrasi adalah perubahan pola pikir dan budaya kerja. Birokasi yang baik harus didukung oleh profil dan perilaku aparatur negara yang memiliki integritas, produktivitas, tanggung jawab, dan kesanggupan memberikan pelayanan prima.

Reformasi Birokrasi merupakan sebuah upaya untuk membangun aparatur negara dan mewujudkan suatu perubahan besar dalam paradigma dan tata kelola pemerintahan Indonesia yang mencakup 8 (delapan) area perubahan, meliputi aspek: 1) Organisasi, 2) Tatalaksana, 3) Peraturan Perundang-undangan, 4) Sumber Daya Manusia Aparatur, 5) Pengawasan, 6) Akuntabilitas, 7) Pelayanan Publik, dan 8) Pola Pikir dan Budaya Kerja.

Reformasi Birokrasi area perubahan tata laksana di Inspektorat Jenderal Kementerian Agama terutama pengelolaan arsip diharapkan agar lebih efektif, efisien, produktif, transparan, dan akuntabel. Hal ini dapat menciptakan aparatur negara yang bersih, profesional, dan bertanggungjawab, mewujudkan penyelenggaraan pelayanan arsip yang baik, dan mewujudkan perubahan pola pikir (mind set), budaya kerja (organizational culture) dan sistem manajemen arsip dalam memberikan pengelolaan dan pelayanan arsip.

“Reformasi birokrasi di lingkungan Inspektorat Jenderal Kementerian Agama, diharapkan terwujudnya Inspektorat Jenderal Kementerian Agama yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme serta meningkatnya kapasitas dan akuntabilitas kinerja organisasi. Saya akan terus pantau untuk terciptanya digitalisasi arsip ini,” tandas Irjen. Sumber : itjen.kemenag.go.id

 

Kontributor : MAGANG
Editor : Bramma Aji Putra
Dibaca : 166

Bagikan