MAN 3 Sleman Gelar Muhasabah Peringatan HUT Ke-75 RI


MAN 3 Sleman Gelar Muhasabah Peringatan HUT Ke-75 RI
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2020-08-20 17:39:46

Sleman (MAN 3 Sleman) – Tahun 2020 telah melahirkan sejarah baru di dunia, khususnya bagi bangsa Indonesia. Untuk pertama kalinya peringatan hari kemerdekaan Indonesia dilaksanakan secara virtual. Normalnya, momen kemerdekaan dimeriahkan dengan berbagai macam lomba dan upacara bendera. Diusianya yang ke 75, bangsa Indonesia yang tengah menghadapi virus Covid-19 terpaksa harus membatasi banyak kegiatan. Meski demikian, semangat dan antusiasme masyarakat tidak lantas surut dan mengabaikan momen kemerdekaan begitu saja.

Selasa (18/8) civitas akademika MAN 3 Sleman menyelenggarakan muhasabah peringatan HUT ke-75 RI diruang AVA. Guru dan pegawai turut andil dalam merayakan peringatan hari ulang tahun Indonesia dengan cara menggelar tasyakuran. Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 – 11.30 WIB tersebut dihadiri oleh pengawas Madrasah Sleman, Harjaka, S.Pd., MA. untuk memberikan sambutan dan motivasi bagi bapak/ibu guru yang tengah menjalankan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ).

MAN 3 Sleman Gelar Muhasabah Peringatan HUT Ke-75 RI

MAN 3 Sleman Gelar Muhasabah Peringatan HUT Ke-75 RI

“Manfaatkan momen pandemi ini untuk memperbanyak tulisan, bisa dalam bentuk materi yang bapak/ibu buat (blanded learning) dan nantinya tulisan tersebut bisa diajukan untuk kenaikan pangkat,” ujar Harjaka dalam sambutannya. Dalam situasi seperti ini guru harus pandai melihat situasi dan kondisi siswa, bukan sekedar menjadi guru tetapi guru yang hebat bermartabat. Beliau juga memberi motivasi bahwa segala sesuatu harus diniatkan termasuk niat bekerja, semua rejeki dan apapun yang akan terjadi dimasa depan sudah diatur dan tertulis dalam Lauh Mahfuz.

Acara dilanjutkan dengan doa bersama yang pimpin langsung oleh Akhmad Mustaqim, S.Ag., MA. Kepala MAN 3 Sleman. Di samping memimpin doa, beliau juga memberikan pesan bahwa guru merupakan teladan yang diikuti oleh orang-orang sekitar. “Guru sebagai uswatun khasanah harus mampu mengajarkan kebaikan dan kebenaran, jangan salahkan jika orang lain masuk untuk mengajarkan kebatilan sebab kita akan ikut menanggung dosanya," pesan Mustaqim. (Est)

Kontributor : MAN3SLEMAN
Editor : Titik Nur Farikhah
Dibaca : 168

Bagikan