Rakordasi Urais: Kabid Sampaikan 6 Arahan Kakanwil


Rakordasi Urais: Kabid Sampaikan 6 Arahan Kakanwil
Kategori : KANWIL
Tanggal : 2020-08-18 12:34:40

Gunungkidul (Humas Kemenag DIY)—Bidang Urusan Agama Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY menggelar Rapat Koordinasi Bidang Urais se-DIY pada Selasa (18/08/2020) di Gunungkidul. Kegiatan ini diikuti 21 peserta yang terdiri dari Kasi dan Perencana Bidang Urais, Kasi Bimas Islam Kankemenag, JFU Penyusun Bahan Bimas Islam dan Perencana Bimas Islam Kabupaten/Kota. Dalam kesempatan ini, Kakanwil melalui Kabid Urais H. Nadhif, M.Si menegaskan 6 (enam) catatan yang harus diperhatikan oleh jajaran Bimas Islam Kankemenag Kabupaten/Kota.

“Beberapa point penting sesuai arahan Kakanwil, saya minta jajaran Kasi Bimas Islam memberikan informasi hal-hal berikut yakni yang pertama melaporkan hasil koordinasi dengan instansi terkait tentang kepastian status Tanah KUA yang belum milik kenenterian Agama, sebagaimana surat permintaan kami tahun 2019,” tandas Nadhif.

Rakordasi Urais: Kabid Sampaikan 6 Arahan Kakanwil

Kedua, terkait rencana upaya percepatan penyerapan anggaran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) KUA. “Fokus pada anggaran optimalisasi dan pengadaan sarpras pendukung KUA,” jelasnya. Ketiga, capaian pengukuran arah kiblat; keempat pengadaan buku pedoman keluarga sakinah; dan kelima pemetaan tipologi KUA.

“Keenam, arahan Kakanwil kepada jajaran Bimas Islam Kankemenag Kabupaten/Kota agar melaporkan hasil evaluasi supervisi KUA triwulan 1 dan 2, terutama kinerja Kepala KUA dan Penghulu,” imbuh Nadhif. Selain itu, Kabid juga menyampaikan penekanan pada integritas pegawai di KUA agar ditingkatkan, termasuk kebutuhan sarana prasarana bisa dianggarkan seperti untuk komputer dan memberi perhatian pada status tanah KUA yang berada di pihak lain

Sementara Kasi Kepenghuluan Kemenag DIY Dr. H. Nur Ahmad Ghojali menyampaikan terkait regulasi Kepenghuluan agar dikaji bersama para penghulu, pemenuhan kebutuhan penghulu di masing-masing Kabupaten/Kota. “Juga pelaksanaan Bimbingan Perkawinan di Kabupaten/Kota dan usulan peserta diklat penghulu ke Kemenag RI,” tandasnya sembari menambahkan KUA yang ditunjuk agar mempersiapkan untuk pelaksanaan supervisi layanan nikah di akhir Agustus ini.

Kasi Kemasjidan, Hisab Rukyat dan Bina Syariah H. Yosep Muniri, MA menjelaskan terkait data masjid untuk input di Sistem Informasi Masjid (Simas) dan optimalisasi pengukuran arah kiblat. Sedang Kasi Bina Paham Keagamaan dan Kepustakaan Islam Ani Nurul Aini, SH, menjelaskan terkait paham keagamaan dan perpustakaan serta sosialisasi jaminan produk halal. (gho/bap)

Kontributor : Bramma Aji Putra
Editor : Bramma Aji Putra
Dibaca : 311

Bagikan