Islamic Short Movie Competition, Kabag TU: Mewujudkan Dua Misi Besar Kementerian Agama


Islamic Short Movie Competition, Kabag TU: Mewujudkan Dua Misi Besar Kementerian Agama
Kategori : KANWIL
Tanggal : 2020-08-03 10:15:07

Yogyakarta (Humas Kemenag DIY)—Dua misi besar Kementerian Agama yang memerlukan sentuhan kreativitas adalah misi meningkatkan kualitas kesalehan umat beragama dan misi penguatan moderasi dan kerukunan umat beragama. Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag DIY, HM Wahib Jamil, menandaskan hal itu saat membuka Islamic Short Movie Competition Tingkat DIY Tahun 2020, Senin (3/8/2020) di Ruang Rapat PTSP Kemenag DIY.

Hadir dalam kesempatan ini Kabid Penerangan Agama Islam Zakat dan Wakaf (Penais Zawa) Muklas, Kasubbag Umum dan Humas Ahmad Fauzi, jajaran Kasi pada Bidang Penais Zawa dan para dewan juri.

Islamic Short Movie Competition, Kabag TU: Mewujudkan Dua Misi Besar Kementerian Agama

Islamic Short Movie Competition, Kabag TU: Mewujudkan Dua Misi Besar Kementerian Agama

“Misi meningkatkan kualitas kesalehan umat beragama dapat dilakukan dengan berbagai kreativitas, sementara misi penguatan moderasi dan kerukunan umat beragama dapat ditempuh dengan meningkatkan sinergitas antara agama dengan budaya,” jelas Wahib Jamil.

Untuk itu pihaknya memberikan apresiasi kegiatan ini. “Sesuai dengan tema yang ada, Jejak Wali di Nusantara, harapan kita bersama jejak waliyullah dapat diambil pelajaran berharga sehingga akulturasi budaya dapat diterapkan,” imbuhnya lagi.

Sebelumnya, Kabid Penais Zawa Muklas menyebut bahwa Seni Budaya Islam merupakan bagian dari budaya nusantara, maka perlu dilestarikan dan dikembangkan. “Seni dan budaya sejauh ini dianggap strategi dakwah paling efektif yang tidak menimbulkan kekerasan,” terangnya.

Melalui kompetisi film pendek ini, diharapkan dapat memperlihatkan jejak waliyullah di nusantara khususnya di DIY. “Semoga bermanfaat untuk masyarakat luas khususnya generasi milenial,” ungkap Muklas.

Lebih lanjut Muklas menjelaskan kompetisi ini dilakukan serentak secara nasional. “Pada 15-30 Agustus 2020 mendatang, seluruh provinsi harus telah mengirim karya pendek terbaik,” ujarnya. “Dewan juri dari unsur budayawan, media cetak, dan perguruan tinggi, sementara aspek penilaian meliputi gagasan, kesesuaian isi, kekuatan pesan, kreativitas, dan teknik visualisasi-audio,” pungkas Muklas. Kegiatan penilaian ini berlangsung tiga hari hingga Rabu 5 Agustus 2020. (bap)

Kontributor : Bramma Aji Putra
Editor : Bramma Aji Putra
Dibaca : 358

Bagikan