Peran Guru BK Dalam Pelaksanaan BDR Daring Melalui Klinik Prestasi Menggapai Bintang


Peran Guru BK Dalam Pelaksanaan BDR Daring Melalui Klinik Prestasi Menggapai Bintang
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2020-07-17 16:27:38

Gunungkidul (MTsN 7 Gunungkidul) - Berdasarkan Surat Edaran Kementerian Agama Propinsi DIY Nomor : B-1820/Kw.12.2/1/PP.00/07/2020 Tentang Edaran Awal Tahun Pelajaran 2020/2021 yang melaksanakan Belajar Dari Rumah (BDR) secara daring sesuai dengan kondisi Madrasah. Oleh karena itu dibukalah Klinik Prestasi Menggapai Bintang secara daring sebagai sarana untuk membantu para peserta didik  yang mengalami kesulitan dalam mengikuti  BDR  di masa  new normal ini. Klinik Prestasi Menggapai Bintang ini bertempat di ruang BK MTsN 7 Gunungkidul  dengan fasilitator guru BK.

Menurut Kepala Madrasah, Miftahul Ichwan untuk melaksanakan pembelajaran di tengah pandemi Covid-19 ini,  guru BK memang mempunyai peran sangat penting bagi peserta didik yang mengalami problema dalam mengikuti pembelajaran secara daring serta dapat  menjadi mediator antara  peserta didik dengan guru mata pelajaran.

Apalagi kondisi seperti sekarang ini  tentunya ada perubahan drastis yang berpengaruh secara psikologis peserta didik pada sistem pembelajaran di Madrasah. "Jadi BK harus memiliki model dan trik  dalam memberikan motivasi untuk mendinamiskan potensi yang dimiliki peserta didik sehingga dapat berkembang sesuai dengan harapannya," papar Ichwan saat dimintai keterangan, Jumat (17/7/2020).

Sementara itu Waka Kurikulum, Haryanti menambahkan jika dengan adanya Klinik Prestasi Menggapai Bintang ini tentunya akan mendukung pelaksanaan suplemen kurikulum darurat  di Madrasah, yang dilakukan oleh seorang guru BK dengan menggunakan berbagai macam media. "Jadi klinik ini dapat menjadi sarana untuk berinteraksi dalam menyampaikan problema yang dihadapi oleh peserta didik  di era new normal serta  mengikuti tren dan tantangan pembelajaran secara daring," tandasnya.

Menurut Guru BK, Sri Subening, Klinik Prestasi Menggapai Bintang ini sebagai mediator  konsultasi peserta didik  yang mengalami masalah dalam proses belajar  mengajar yang disesuaikan  dengan masa new normal ini secara daring yang tidak terbatas waktunya, sehingga peserta didik dapat menuntaskan pendidikannya dan selesai pada waktunya dengan hasil yang maksimal serta  memiliki kecakapan / prestasi kedepannya.

Dengan adanya klinik itu siswa pun boleh berkonsultasi setelah jam KBM berakhir melaui WA, google form, video call, google classroom dan lainnya. "Jadi kesimpulanya guru BK itu mengidentifikasi kesulitan belajar  yang dihadapi siswa sebelum dikroscek dengan guru mapelnya," jelas Sri Subening.( les )

Tetap sehat dan semangat 
 #Lawan Covid19

Kontributor : MTSN7GK
Editor : Eko Triyanto
Dibaca : 1302

Bagikan