Kakanwil Sampaikan Empat Poin Terkait Pembelajaran di Pondok Pesantren


Kakanwil Sampaikan Empat Poin Terkait Pembelajaran di Pondok Pesantren Kakanwil Kemenag DIY Edhi Gunawan saat memberikan sambutan (Foto: Titik)
Kategori : KANWIL
Tanggal : 2020-06-25 22:40:59

Yogyakarta (Humas Kemenag DIY) – Kanwil Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam menggelar Sosialisasi Memasuki Tatanan Normal Baru pada Pondok Pesantren di DIY, Kamis (25/6/2020) di Ruang PTSP Kantor setempat.

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka mempersiapkan pembelajaran di pondok pesantren pada tahun ajaran 2020/2021. Mengingat saat ini situasi masih belum kondusif sehingga perlu ada beberapa hal yang harus dilakukan sebelum aktivitas belajar di pondok pesantren benar-benar dimulai. Sembari menunggu Surat Keputusan dari Gubernur DIY perihal kebijakan tanggap darurat covid-19 di era new normal.

Kakanwil Sampaikan Empat Poin Terkait Pembelajaran di Pondok Pesantren

Dalam sambutannya Kepala Kanwil Kemenag DIY Drs. H. Edhi Gunawan, M.Pd.I menegaskan tentang perlu adaya kesiapan dari pihak pondok pesantren yang akan kembali menerima peserta didiknya. “Karena kondisi new normal atau kenormalan baru, bukan berarti kondisi sudah aman dari penyebaran virus corona,” tandasnya.

Kakanwil juga menyinggung terkait situasi pesantren dan pendidikan keagamaan saat ini di DIY. Dimana ada yang sudah menyelenggarakan pembelajaran tatap muka, akan segera menyelenggarakan pembelajaran, dan belum akan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. “Tentu yang menjadi persoalan saat ini adalah pondok pesantren sudah menyelenggarakan pembelajaran tatap muka, sehingga harus disiplin mematuhi protokol kesehatan,” tegasnya.

Lebih lanjut pihaknya menyebutkan bagi pondok pesantren yang berasrama harus memenuhi empat ketentuan sebelum memulai aktivitas belajarnya. Pertama, sebelumnya pondok pesantren harus membentuk gugus tugas covid-19 dengan memenuhi protokol kesehatan. Kedua, pastikan pondok pesantren memiliki fasilitas yang memenuhi protokol Kesehatan.

“Ketiga, siapapun yang datang harus membawa surat keterangan aman covid-19 dari gugus tugas covid 19 atau pemerintah daerah. Keempat, Pimpinan, pengelola, pendidik, dan peserta didik dalam kondisi sehat yang dibuktikan dengan surat keterangan sehat yang diterbitkan oleh pusat Kesehatan masyarakat (Puskesmas) atau fasilitas layanan kesehatan (Fasyankes) setempat.” Jelas orang nomor satu di Kanwil.

Sementara terkait tujuan, pihaknya menyampaikan bahwa pondok pesantren sebagai Lembaga Pendidikan Keagamaan (Pesantren) harus menjadi contoh terbaik dalam pencegahan persebaran Covid 19. Jangan sampai pondok pesantren menjadi kluster baru bagi penyebaran virus ini. Intinya tetap taati protokol Kesehatan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang PAKIS Buchori Muslim, Kasi Pondok Pesantren Abdu Na’im, dan utusan dari Dinas Kesehatan Provinsi. Juga turut mengundang 12 pondok pesantren yang ada di wilayah Yogyakarta. (tnf)

Kontributor : Titik Nur Farikhah
Editor : Titik Nur Farikhah
Dibaca : 320

Bagikan