MAN 4 Sleman Bersiap Masuki Tahun Ajaran Baru di Tengah Pandemi Covid-19


MAN 4 Sleman  Bersiap Masuki Tahun Ajaran Baru di Tengah Pandemi Covid-19 Kasi Dikmad Kemenag DIY saat memaparkan materi di depan Guru & Pegawai MAN 4 Sleman
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2020-06-25 15:06:21

Sleman (MAN 4 Sleman) – Adanya pandemic Covid-19 mengharuskan setiap sekolah/madrasah menerapkannya pembelajaran jarak jauh (PJJ) dalang jaringan (daring).  Konsekwensinya tiap guru terpacu dan harus pintar memanfaatkan media pembelajaran daring, sementara kemampuan setiap guru berbeda. 

Masuknya calon-calon guru yang sudah diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) semakin mewarnai dinamika MAN 4 Sleman (MANESA).  “Perbedaan usia antar guru baru dan lama tidak menjadi kendala.  Setiap guru harus selalu berupaya untuk mengembangkan diri dan terus belajar.  Baik pendidik maupun tenaga kependidikan harus menjadi manusia pembelajar agar mampu memberi layanan pendidikan terbaik,” ungkap Mohamad Yusuf,S.Ag Kepala MANESA saat memberikan sambutannya Kamis (25/6/2020) di aula madrasah setempat.

MAN 4 Sleman  Bersiap Masuki Tahun Ajaran Baru di Tengah Pandemi Covid-19

MAN 4 Sleman  Bersiap Masuki Tahun Ajaran Baru di Tengah Pandemi Covid-19

Acara bertajuk koordinasi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dalam menghadapi tahun pelajaran 2020/2021 di masa Pandemi Covid-19.  Menghadirkan H. Abd. Su’ud,S.Ag,MSI Kepala Seksi Guru Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, diikuti seluruh guru pegawai MANESA.  “Adanya kebijakan belajar jarak jauh (PJJ) mengajar dari rumah menuntut guru untuk kreatif mengembangkan media pembelajaran. 

Kini telah tersedia banyak aplikasi untuk media pembelajaran daring.  Guru dan pegawai harus terus belajar mengembangkan diri dalam upaya memberikan layanan,” tegas Su’ud.  Kini proses pembelajaran guru-murid tidak lagi satu arah tetapi dua arah.  Guru berperan sebagai pendamping serta fasilitator bagi siswa belajar.  Diperlukan pula upaya mengembangkan kerja sama dengan melibatkan orang tua dalam pembelajaran untuk penguatan karakter, lanjutnya.

Guru harus terus belajar mengembangkan diri di era merdeka belajar, di mana memiliki makna bahwa setiap unit pendidikan/madrasah, guru dan murid mempunyai kebebasan berinovasi dalam belajar secara mandiri dan kreatif.  Setidaknya ada 5 (lima) kebijakan Kantor Wilayah Kemenag DIY terkait upaya peningkatan profesionalitas guru.  Pertama, guru wajib membuat minimal 1 media pembelajaran selama PJJ, kedua semua penerima Tunjangan Profesi Guru wajib (TPG) membelanjakan minimal 10% untuk pengembangan diri. 

Selanjutnya, Penilaian Kinerja Guru (PKG) akan dilakukan secara konsekuen sesuai peratauran yang berlaku, PKB dilaksanakan secara mandiri, terencana terpola dan terprogram. Dan terakhir, nantinya dilakukan  revitasilasai KKKG / MGMP / MGBK untuk menunjang peningkatan profesionalitas guru. (eds)

Kontributor : MAN4SLEMAN
Editor : Titik Nur Farikhah
Dibaca : 341

Bagikan