Usai Uji Publik, Tim Pengembang Siap Sempurnakan Kurikulum MTsN 1 Bantul


Usai Uji Publik, Tim Pengembang Siap Sempurnakan Kurikulum MTsN 1 Bantul
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2020-06-23 20:04:51

Bantul (MTsN1Bantul)—Usai melaksanakan Uji Publik Draf Kurikulum MTs Negeri 1 Bantul tahun pelajaran 2020/2021 yang dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul, Kasie Pendidikan Madrasah, Pengawas Madrasah, Komite, Tokoh Masyarakat, Kepala Madrasah, guru, pegawai dan perwakilan siswa, Tim Pengembang Madrasah menyatakan siap menyempurnakan draf kurikulum. Demikian disampaikan ketua Tim Pengembang Madrasah, Siti ‘Jujuk’ Juwariyah, S.Pd, M.Si, M.S.I di ruang kerjanya, Selasa siang (23/6/2020).

“Alhamdulillah, banyak yang disampaikan narasumber yakni Kasi Dikmad dan Pengawas Madrasah sebagai masukan demi sempurnanya Kurikulum MTs Negeri 1 Bantul Tahun Pelajaran 2020/2021 ini. Sebagai Kasie, Pak Jauhar Mukhlis Salistiyanta selalu mengajak madrasah untuk menyusun kurikulum sebelum ajaran baru dimulai. Ini benar dan memang seharusnya seperti itu, sebab kurikulum itu sebagai pedoman atau panduan yang harus diikuti selama berprosesnya pendidikan dalam kurun waktu satu tahun. MTs Negeri 1 Bantul berusaha memenuhi harapan tersebut. Namun demikian walau telah bekerja maksimal ternyata banyak yang harus dibenahi dan ditambahkan agar menjadi kurikulum madrasah yang lebih baik,” kata Siti ‘Jujuk’ Juwariyah.

Usai Uji Publik, Tim Pengembang Siap Sempurnakan Kurikulum MTsN 1 Bantul

Usai Uji Publik, Tim Pengembang Siap Sempurnakan Kurikulum MTsN 1 Bantul

Hal mendasar yang disampaikan Kasi Dikmad adalah tentang struktur kurikulum madrasah. Bahwa jumlah jam pelajaran di jenjang MTs itu lebih banyak daripada SMP, selain itu perbedaan struktur kurikulum juga bervariasi bukan saja tentang jumlah jamnya tetapi juga nama mata pelajaran dalam intrakurikuler. Perbedaan struktur kurikulum menjadikan waktu pulang siswa juga berbeda-beda pada setiap madrasah. Selain itu jumlah rombel sebaiknya berjenjang dengan tetap pada setiap tahunnya, artinya bila kelas 7 terdiri atas 7 rombel maka sebaiknya kelas 8 dan 9 pun juga 7 rombel, sehingga tidak menimbulkan prasangka buruk. Bila jumlah rombel berbeda pada setiap jenjang kelas, bisa sangka perbedaan rombel itu hanya demi pemenuhan syarat penerimaan tunjangan profesi atau tukin bagi guru. (vic)

Kontributor : MTSN1BANTUL
Editor : Bramma Aji Putra
Dibaca : 191

Bagikan