Indonesia Tidak Berangkatkan Jemaah Haji Tahun Ini, Berikut Penjelasan Kakanwil


Indonesia Tidak Berangkatkan Jemaah Haji Tahun Ini, Berikut Penjelasan Kakanwil Kakanwil Edhi Gunawan didampingi Kabag TU memberikan penjelasan ke media.
Kategori : KANWIL
Tanggal : 2020-06-02 15:15:44

Yogyakarta (Humas Kemenag DIY)—Menteri Agama Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi baru saja memastikan tidak berangkatkan jemaah dalam penyelenggaraan ibadah haji 1441H/2020M. Demikian disampaikan Menag dalam keterangan pers via konferensi video, Selasa (2/6/2020).

"Pemerintah memutuskan untuk tidak memberangkatkan haji pada tahun 1441H/2020M," ujar Menag. Menurut Menag, hal itu dituangkan dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 494 Tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji Tahun 1441H/2020M.

Indonesia Tidak Berangkatkan Jemaah Haji Tahun Ini, Berikut Penjelasan Kakanwil

Apa saja isi penting dari Keputusan Menag di atas? Kakanwil Kemenag DIY, Edhi Gunawan didampingi Kabag Tata Usaha M. Wahib Jamil di hadapan awak media, Selasa (2/6/2020) memberikan penjelasan.

Pertama, terkait Status Jemaah Haji dan Pengembalian Setoran Lunas Bipih. “Jemaah haji yang telah melunasi Bipih menjadi Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji (PIH) tahun 1442 H/2021 M,” tandas Kakanwil. Namun, imbuhnya, jemaah haji dapat mengajukan permohonan pengembalian setoran lunas Bipih. “Hal ini berlaku baik jemaah haji reguler maupun khusus,” tambah Kakanwil.

Kedua, Pembimbing Haji Daerah dan Pembimbing dari unsur KBIHU statusnya dibatalkan dan dapat diajukan kembali utk tahun 1442/2021 sesuai ketentuan perundangan. “Bipih dikembalikan ke Pemerintah Daerah atau rekening pembimbing yang bersangkutan,” jelas Kakanwil.

Ketiga, terkait Kesehatan Haji. Jemaah haji yang telah dinyatakan mampu (istitha’ah), pemeriksaan kesehatan haji untuk keberangkatan tahun 1442/2021 dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundangan.

Keempat, terkait Perlengkapan Jemaah dan PPIH. “Gelang identitas akan dipergunakan untuk keberangkatan haji tahun 1442/2021, sementara Jemaah haji yang sudah menerima buku manasik, perlengkapan dari BPS Bipih tidak diberikan lagi untuk keberangkatan tahun 1442/2021,” urai Kakanwil. Selain itu, Perlengkapan Petugas PIH tahun 1441/2020 akan dipergunakan untuk tahun 1442/2021.

Kelima, Dokumen Haji. “Kementerian Agama mengembalikan paspor kepada masing – masing Jemaah Haji, Petugas Haji Daerah, dan Pembimbing Ibadah dari unsur KBIHU melalui Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota,” jelas Edhi.

Keenam, Bimbingan Manasik Haji. Pemerintah, menurut Edhi, akan memberikan bimbingan manasik haji kepada jemaah haji reguler. “Sementara PIHK memberikan bimbingan manasik kepada jemaah haji khusus dan KBIHU memberikan bimbingan manasik kembali walaupun telah mendapatkan bimbingan tahun 2020,” urai Kakanwil.

Ketujuh, terkait Visa Mujamalah. “PIHK yang memberangkatakan Jemah Haji dengan Visa Haji Mujamalah dijatuhi sanksi administrasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” ungkap Kakanwil mengutip KMA Nomor 494 Tahun 2020. (bap)

Kontributor : Bramma Aji Putra
Editor : Bramma Aji Putra
Dibaca : 584

Bagikan