Kepala MTsN 9 Bantul Ikuti Koordinasi dengan Direktur GTKM Melalui Aplikasi Zoom


Kepala MTsN 9 Bantul Ikuti Koordinasi dengan Direktur GTKM Melalui Aplikasi Zoom Nur Hasanah Rahmawati, S.Ag., M.M. saat mengikuti rapat virtual dengan Direktur GTKM via aplikasi zoom pada Senin (20/04)
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2020-04-28 12:01:25

Bantul (MTs N 9 Bantul) -- Sejak diberlakukannya sistem belajar di rumah mulai tanggal 20 Maret 2020 hingga diperpanjang sampai 13 Mei 2020 proses belajar mengajar dialihkan secara mandiri di rumah masing-masing siswa dengan model jarak jauh melalui sistem online/daring. Guru dan siswa berkomunikasi secara interaktif dengan memanfaatkan media komunikasi dan informasi. 

Kepala MTsN 9 Bantul mewakili Madrasah Tsanawiyah DIY mengikuti rapat evaluasi pelaksanaan Teaching from Home (TFH) Madrasah Tsanawiyah via zoom, Senin (20/4). Peserta rapat virtual tersebut diikuti oleh Direktur GTK Madrasah Kementerian Agama RI, Kasubdit Dit GTKM, Kasi Dit GTKM, Kasubag TU Dit GTKM, TASS, pelaksana Subdit MI/MTs, PPNPN Subdit MI/MTs, beserta perwakilan Madrasah Tsanawiyah se-Indonesia yang setiap provinsi diwakili satu madrasah. 

Dalam pertemuan tersebut semua Kepala Madrasah perwakilan dari 34 provinsi melaporkan kegiatan pembelajaran online yang telah dilakukan beserta kendalanya.  Intinya ini adalah tantangan guru untuk lebih kreatif dan inovatif mengemas pembelajaran agar tidak terkesan monoton dan membosankan. 

Salah satu metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif disampaikan oleh Kepala MTsN 9 Bantul, Nur Hasanah Rahmawai, S.Ag., M.M, yaitu dengan menggunakan metode PJBL (Project Based Learning). Pembelajaran berbasis proyek ini nantinya akan menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar. 

Penerapan metode PJBL salah satunya dengan mengolaborasi beberapa mata pelajaran. Misalnya matematika, prakarya, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Siswa diminta membuat bangun ruang dari bahan bekas, misalnya kardus, dengan ketentuan ukuran panjang dan lebar tertentu (prakarya). Siswa diminta menghitung luas bangun ruang tersebut (matematika). Siswa diminta membuat laporan bagaimana cara membuatnya (bahasa Indonesia), dan laporan itu ditulis lagi dalam bahasa Inggris (bahasa Inggris). 

Ia menambahkan jika siswa mengirim tugas tersebut disertai video pembuatan, maka mata pelajaran IT juga masuk. 
"Satu kegiatan, bisa 4-5-6 nilai yang didapat siswa. Dengan begitu siswa senang, guru senang, orang tua senang, prestasi gemilang, selaras dengan slogan MTsN 9 Bantul *Happy Students, Successful Masemba," pungkas Atik, sapaan akrabnya.
(nhr/ptr)

Kontributor : MTSN9BANTUL
Editor : Bramma Aji Putra
Dibaca : 447

Bagikan