Arahan Kakanwil Saat Rakorpim Penanganan Covid-19 Kemenag DIY


Arahan Kakanwil Saat Rakorpim Penanganan Covid-19 Kemenag DIY
Kategori : KANWIL
Tanggal : 2020-04-14 09:17:43

Yogyakarta (Humas Kemenag DIY)—Jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY terus melakukan sejumlah langkah strategis penanganan wabah Covid-19. Salah satunya menggelar Rapat Koordinasi Pimpinan Kemenag DIY pada Senin (13/04/2020) malam. Rakorpim virtual dengan memanfaatkan aplikasi Zoom ini dipimpin Kakanwil Edhi Gunawan dengan moderator Kepala Bagian Tata Usaha Muhammad Wahib Jamil. Diikuti jajaran eselon III Kepala Bidang, Pembimas dan Kepala Kankemenag Kabupaten/Kota se-DIY serta sejumlah Kasubbag pada Bagian Tata Usaha.

Kakanwil dalam arahannya meminta kepada seluruh jajaran untuk mendata pihak-pihak terdampak Covid-19. “Usahakan by name by address agar bantuan yang diberikan nanti tepat sasaran,” tandas Kakanwil. Menurutnya, anggaran penanganan Covid-19 ini dapat dimintakan ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) DIY maupun kabupaten/kota. “Juga diambilkan dari anggaran kita dan ada yang diusulkan ke pusat,” terangnya.

Arahan Kakanwil Saat Rakorpim Penanganan Covid-19 Kemenag DIY

Selain itu Kakanwil menginstuksikan Penyeragaman Nama Gugus Tugas Penanganan Covid-19. “Gunakan saja nama Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kankemenag Kabupaten/Kota,” ujar Kakanwil sembari mengingatkan agar Kankemenag terus berkoordinasi dengan MUI terkait ibadah Ramadan. Kakanwil juga meminta agar tiap Jumat dikumpulkan laporan per satker atau unit kerja untuk selanjutnya diteruskan ke Kemenag pusat.

Sebelumnya, Kabag TU Wahib Jamil menjelaskan untuk penanganan Covid-19 ini, Kemenag DIY terus mempertajam tugas pokok dan fungsi keagamaan. “Beberapa hal yang perlu tindak lanjut khususnya terkait optimalisasi DIPA, Evaluasi Pelayanan Publik seperti KUA, Haji dan Pendidikan yang memerlukan perhatian spesifik, Penggunaan yang tepat Donasi Covid-19 dan Pelaksanaan kegiatan dengan Sistem Daring,” urai Kabag TU.

Jamil juga meminta agar petugas keamanan Asrama Haji Transit Yogyakarta, yang kini dijadikan sebagai tempat karantina perlu mendapat bantuan. Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Sigit Warsita menambahkan, Asrama Haji Yogyakarta sejak Kamis (9/04/2020) kemarin digunakan untuk tempat karantina  baik orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang tanpa gejala (OTG). “Hingga hari ini ada 8 orang yang dikarantina di Asrama Haji Yogyakarta yakni 4 ODP dan 4 OTG,” tandas Sigit.

Kontributor : Bramma Aji Putra
Editor : Bramma Aji Putra
Dibaca : 306

Bagikan