MTsN 9 Bantul Terima Kunjungan Kasi Kurikulum dan Kesiswaan di Sela Pemberlakuan WFH


MTsN 9 Bantul Terima Kunjungan Kasi Kurikulum dan Kesiswaan di Sela Pemberlakuan WFH
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2020-03-24 13:47:37

Bantul (MTsN 9 Bantul)—Di tengah merebaknya virus COVID 19 berbagai pihak melakukan upaya preventif sebagai salah satu bentuk ikhtiar untuk menjaga keselamatan semua orang. MTsN 9 Bantul sebagai salah satu lembaga pendidikan yang juga turut bertanggung jawab untuk menjaga keselamatan dan kesehatan peserta didiknya juga melakukan ikhtiar dengan cara memberlakukan pembelajaran di rumah selama kurang lebih dua pekan.
“Kami menindaklanjuti imbauan dari Kanwil Kemenag DIY melalui edaran yang diterbitkan pada 18 Maret 2020 terkait pembelajaran di rumah dan work from home (WFH) untuk menjaga keselamatan dan kesehatan anak-anak, guru, serta pegawai,” ungkap Nur Hasanah Rahmawati, Kepala Madrasah.
Lebih lanjut Kepala Madrasah yang akrab dengan sapaan Atik ini menyampaikan bahwa terkait pembelajaran di rumah ini madrasah kami telah menjadwalkannya agar anak-anak tidak terlalu terbebani dengan tumpukan soal. Sehingga mereka pun tetap memiliki waktu istirahat yang cukup untuk menjaga imunitas tubuhnya. Sedangkan untuk para guru dan pegawai, selama WFH kami tetap memberlakukan piket tujuh orang guru dan pegawai per hari.
Pemberlakukan WFH tidak lantas menyurutkan semangat dan kinerja para guru dan pegawai. Mereka tetap bekerja meskipun tidak harus berada di madrasah. “Meskipun berada di rumah tetapi madrasah tetap ada di hati kami. Ada beberapa pekerjaan yang harus kami selesaikan antara lain terkait dengan pembuatan EDM, PPDB, dan program madrasah lainnya seperti rencana tambah rombel,” ujar Shofi, Waka Kurikulum.
Di sela-sela pemberlakukan pembelajaran di rumah dan WFH, madrasah yang terletak di Banguntapan ini juga menerima kunjungan Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan Kanwil Kemenag DIY, Anita Isdarmini. Selain memonitoring kegiatan madrasah selama WFH kunjungan ini juga dalam rangka memverifikasi data terkait pengajuan penambahan rombongan belajar (rombel) di MTsN 9 Bantul beberapa waktu lalu. “Madrasah tidak diperkenankan menambah rombel dengan alasan untuk memenuhi jam pembelajaran guru tanpa ada izin dari Kanwil. Karena hal ini akan menyulitkan kami untuk menganalisis kebutuhan dan kekurangan guru di suatu madrasah,” tegas Anita dalam kunjungannya.
“Pengajuan penambahan rombel harus disertai alasan yang jelas dan diikuti dengan tersedianya sarana dan prasarana termasuk ruang kelas. Dan kesiapan ini juga menjadi salah satu pertimbangan diizinkan atau tidaknya suatu madrasah menambah rombel,” imbuhnya.
Salah satu alasan MTsN 9 Bantul menambah rombel adalah meningkatnya animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di madrasah ini. (nsh).

Kontributor : MTSN9BANTUL
Editor : Bramma Aji Putra
Dibaca : 80

Bagikan