Menjadi Petugas Haji Harus Lillahi Ta'ala


Menjadi Petugas Haji Harus Lillahi Ta'ala
Kategori : INFORMASI
Tanggal : 2020-03-21 20:02:25

Balikpapan (PHU) --- Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Muhajirin Yanis mengatakan bahwa jadi petugas itu gampang tapi tidak mudah. Menjadi petugas itu betul-betul digerakkan oleh Allah.

Ada satu hal paling penting dari dulu ketika jadi petugas,ucap Muhajirin yaitu niat. Niat kita itu apa. “Niat itu yang tahu itu diri sendiri, oleh karena itu perbaharui niat, karena petugas itu mengantarkan jemaah menunaikan ibadah haji, menjadi petugas itu harus lillahi ta'ala,” ujarnya.

“Jangan sampai niat jadi petugas itu ingin berhaji, tapi niatkan bertugas yang insya Allah akan ikut berhaji pula. Mudah-mudahan kita bertugas dapat pahala dan mudah-mudahan bisa sekaligus menunaikan ibadah hajinya,” ucap Muhajirin Yanis pada acara pelatihan dan pembekalan calon petugas haji yang menyertai jemaah, yang diselenggarakan di Asrama Haji Balikpapan, (15/03).

Hadir pada acara tersebut Kakanwil Provinsi Kalimantan Timur Sofyan Noor, Kakanwil Provinsi Kalimantan Utara Surianssyah, Kakanwil Provinsi Sulawesi Utara Abd. Rasyid serta peserta yang berasal dari 4 provinsi yaitu Provinsi Kalimantan Timur, Provinsi Kalimantan Utara, Provinsi Sulawesi Utara dan Provinsi Sulawesi Tengah.

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Muhajirin Yanis mengatakan menjadi petugas haji harus memiliki empat komitmen, yaitu pertama, kita bangun komitmen kebangsaan, menjadi petugas haji itu merupakan orang yang terpilih dan mampu berkomitmen terhadap kebangsaan, mampu menjaga nama baik bangsa Indonesia.

Kedua, komitmen kelembagaan, petugas haji itu berasal dari berbagai macam lembaga atau instansi. “Mari kita jaga nama baik lembaga-lembaga yang telah mengutus kita menjadi petugas," ucap Muhajirin Yanis.

Ketiga, komitmen sosial, bagaimana membangun komunikasi dengan sesama petugas. Kita harus membangun komunikasi yang baik, nanti ada dokter, ada paramedis, ada ketua kloter, ada petugas kloter.

Keempat, komitmen pribadi, kita sudah dipercayakan maka kita harus berinisiatif atas kepercayaan yang telah diberikan kepada kita dan kita kerjakan dengan sunguh-sungguh dalam melayani jemaah.

“Komitmen pribadi yang harus kita siapkan yaitu menyiapkan mental kita, kalau kita di Indonesia kita itu pejabat yang biasa dilayani maka nanti di Arab Saudi nanti harus mau melayani,” ujar Muhajirin Yanis.

Karena, tambah Muhajirin Yanis,  nanti kita di sana harus mau melayani, bisa jadi nanti kita disana kita akan dimarahi jamaah oleh karena itu kita harus mempunyai kemampuan manajemen stress.

“Selesai acara ini nanti bapak ibu kembali ke daerah harus mau mempelajari karakteristik jemaah yang nanti akan dibawa. Biar nanti kita mampu melayani jemaah secara maksimal” ujarnya.

(Boy Azhar/eko)

Sumber: haji.kemenag.go.id

Kontributor : Eko Triyanto
Editor : Eko Triyanto
Dibaca : 107

Bagikan