Kominfo Ajak Prahum Pro Aktif Tangkal Berita Hoax Corona


Kominfo Ajak Prahum Pro Aktif Tangkal Berita Hoax Corona
Kategori : INFORMASI
Tanggal : 2020-03-10 15:37:56

Yogyakarta (Humas Kemenag DIY) - Penyebaran virus corona tentunya menjadi kekhawatiran bersama termasuk para praktisi humas sebagai agen informasi. Terkait hal tersebut Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi dan Diseminasi Informasi Tentang COVID-19 Bagi JFPH, Selasa (10/3/2020) di Sahid Raya Hotel & Convention Yogyakarta.

Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 150 peserta dari unsur pranata humas di wilayah DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Empat diantaranya adalah peserta dari Kementerian Agama DIY. TitikNur Farikhah, Eko Triyanto, Liana dan Dian Purnamajati. Selain itu Bimtek juga menghadirkan beberapa narasumber pusat dan daerah. Diantaranya, Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik (Pembinaan Jabatan Fungsional Pranata Humas), Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan (Pencegahan COVID-19/Corona Virus), Kasubdit Pembinaan Jabatan Fungsional Bidang Kompub (Sosialisasi Uji Kompetensi JFPH), dan Akademisi dan Pakar Medsos Rulli Nasrullah (Diseminasi Informasi COVID-19 Melalui Media Sosial).

Kominfo Ajak Prahum Pro Aktif Tangkal Berita Hoax Corona

Kominfo Ajak Prahum Pro Aktif Tangkal Berita Hoax Corona

Kominfo Ajak Prahum Pro Aktif Tangkal Berita Hoax Corona

Dalam sambutan selamat datangnya Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemprov DIY Rony Primantohari mengatakan, perkembangan informasi yang sangat cepat harus diikuti dengan kinerja humas yang mampu merespon secara cepat pula. "Seperti saat ini ada sekitar 179 berita hoax, humas harus punya peranan untuk menangkalnya," ujar Rony. 

Sementara itu Direktur TKKKP Slamata Sembiring sebagai pemateri pertama membahas tentang Pembinaan Jabatan Fungsional Pranata Humas. Menurutnya, merebaknya COVID-19 sangat membutuhkan tanggapan cepat agar masyarakat tidak panik, tetap waspada terkait virus tersebut. "Isu corona adalah isu nasional. Lebih dari seribu pranata humas belum tersentuh dengan kasus ini," ujarnya kemudian. Ia pun mengajak prahum yang hadir bergerak cepat merespon, memberikan informasi yang benar tentang corona agar masyarakat memahami problem kasus ini dengan baik.

Masih menurut Slamata, pranata humas dipandang sebagai jabatan yang sangat strategis dan dibutuhkan. "Seperti saat ini di era demokrasi dalam keterbukaan informasi posisi pranata humas sebagai pelayan informasi menjadi strategis," tegasnya. Siapa lagi yang mengantisipasi berita hoax kalau bukan humas. Mengingat sebagian besar masyarakat kita masih percaya dengan berita hox yang beredar di media sosial. 

Kegiatan ini diakhiri dengan Diseminasi Informasi COVID-19 Melalui Media Sosial oleh Rulli Nasrullah Akademisi dan Pakar Medos. Dalam kesempatan tersebut, Kang Arul sapaan akrabnya mengajak seluruh peserta untuk membuat meme tentang virus corona yang diunggah ke akun twitter masing-masing peserta. (tnf)

Kontributor : Titik Nur Farikhah
Editor : Titik Nur Farikhah
Dibaca : 387

Bagikan