Rakornas 2020: Sesditjen Bimas Islam Urai Strategi Pencapaian Target Kinerja 2020-2024


Rakornas 2020: Sesditjen Bimas Islam Urai Strategi Pencapaian Target Kinerja 2020-2024
Kategori : INFORMASI
Tanggal : 2020-03-11 22:49:14

Yogyakarta (Humas Kemenag DIY)—Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama, Tarmizi Tohor, menjelaskan beberapa strategi Pencapaian Target Kinerja 2020-2024. Hal itu dikemukakannya saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama RI digelar di Yogyakarta, Rabu-Jumat (11-13/03/2020).

Beberapa strategi yang dilakukan antara lain: Meningkatkan sinergitas program antarlembaga sosial keagamaan (MUI, Ormas Islam, Majelis Taklim, dan lain-lain. “Kemudian Meningkatkan sinergitas program antar instansi antara lain BNPT, Kemenkes, BKKBN, Kominfo, KPPA, dan sebagainya,” tandas Tarmizi di Yogyakarta, Rabu (11/03/2020) malam didampingi moderator Kasi Kepenghuluan Kemenag DIY Dr. H. Nur Ahmad Ghojali MA.

Ketiga Mengefektifkan komunikasi antarelit agama, melalui Dialog tokoh dan pimpinan Lembaga. “Strategi keempat Meningkatkan Penguatan relasi Agama dan Budaya melalui nilai-nilai kearifan lokal,” imbuhnya.

Kelima, Pelibatan institusi keluarga dalam internalisasi nilai-nilai kearifan lokal yang mendukung kerukunan umat beragama; dan keenam, Pemanfaatan sistem informasi sebagai sarana edukasi dan pembinaan pegawai pusat dan daerah.

Capaian Bimas Islam

Selain itu, Sesditjen juga mengungkap beberapa capaian Ditjen Bimas Islam selama lima tahun yaitu pengadaan 735 ribu eksemplar mushaf Al quran, terjemah, dan juz amma yang telah dicetak Bimas Islam; 3.356 unit Masjid dan Mushola telah difasilitasi dana stimulan; dan 834 unit gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA telah dimodernisasi dengan total anggaran Rp 1 Trilyun.

“Juga sebanyak 403.776 calon pengantin telah dibina Bimbingan perkawinan; Memperoleh PNBP award dari Kementerian Keuangan untuk kategori penerimaan PNBP terbesar Tahun 2016 dan sebanyak 50.099 Penyuluh Agama siap membimbing dan mensosialisasikan program pemerintah dengan pendekatan persuasif dan inklusif,” jelasnya.

Bimas Islam juga terus mengawal lahirnya qari/qari’ah terbaik bukan hanya di tingkat nasional, tapi juga berprestasi di level internasional; Pencanangan 14 kampung zakat pada wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal yang bersinergi dengan Badan amil zakat nasional dan Lembaga amil zakat; Komitmen perhatian pada hak disabilitas, diwujudkan dalam program Alquran braille, buku fikih ibadah braile, festival budaya tunanetra, MTQ disabilitas; dan Perhatian pada generasi Millenial diwujudkan dalam beberapa event dan kompetisi diantaranya lomba Vlog situs islam di nusantara, lomba video animasi zakat wakaf, kumpul blogger, coaching clinic berbingkai moderasi, dan lain-lain. (fzi/bap)

Kontributor : Bramma Aji Putra
Editor : Bramma Aji Putra
Dibaca : 460

Bagikan