MAN 4 Sleman Satukan Kesepahaman Menuju Madrasah Ketrampilan


MAN 4 Sleman Satukan Kesepahaman Menuju Madrasah Ketrampilan Ahmad Fauzi saat menyampaikan pembinaan didampingi Ihsan Sanusi KTU dan Mohamad Yusuf Kamad MANESA
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2020-03-11 14:38:50

Sleman (MAN 4 Sleman) - Setiap madrasah harus mempunyai kekhasan atau ciri khas yang bisa mengundang daya tarik khusus sehingga mengesankan masyarakat.  Pengelolaan pun jangan hanya biasa-biasa saja tetapi harus melakukan sesuatu yang berbeda dan di luar kebiasaan, out of the box.  “Sesuai dengan KMA 184 ada tiga tipe madrasah yakni madrasah akademik, keagamaan dan ketrampilan.

Madrasah akademik memfokuskan pada penyiapan peserta didik untuk studi lanjut ke perguruan tinggi.  Sedangkan madrasah ketrampilan menyiapkan didik dengan entrpreneurship sehingga lulusannya memiliki ketrampilan untuk mandiri dan bekerja,” jelas Anita Isdarmini,S.Pd,M.Hum Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum dan Kesiswaan Kementerian Agama DIY saat memberikan pembinaan kepada guru dan pegawai MAN 4 Sleman (MANESA) Selasa (10/03/2020) di ruang pertemuan madrasah setempat.

MAN 4 Sleman Satukan Kesepahaman Menuju Madrasah Ketrampilan

Pembinaan dipimpin Ihsan Sanusi kepala tata usaha dan diikuti seluruh guru pegawai MANESA.  Adalah hal yang luar biasa keinginan menjadikan MANESA sebagai madrasah ketrampilan.  Ini menunjukkan suatu pengelolaan yang berbeda sehingga diperlukan kesepahaman dan dukungan seluruh warga madrasah untuk mewujudkan.  “Kesepahaman saling mendukung, sama-sama bekerja harus dimiliki seluruh warga madrasah untuk mewujudkan cita-cita mulia ini.  Harus ada mimpi bersama menjadikan MANESA sebagai madrasah ketrampilan,” tegas Anita dengan paparan bertajuk Sosialisasi Keputusan Menteri Agama (KMA) RI nomor 184 tahun 2019 tentang pendoman implementasi kurikulum pada madrasah.  Banyak keuntungan diberlakukannya KMA 184 ini, lanjutnya.  Nantinya akan ada kepala-kepala bengkel yang jamnya diakui 12 JPL setara wakil kepala urusan. Kegiatan pembelajaran pun meliputi 75 persen praktek agar betul-betul membekali peserta didik dengan life skills sehingga benar-benar menunjukkan madrasah yang hebat bermartabat," tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga hadir Ahmad Fauzi,S.Ag,MSI Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Sleman menyemangati peserta.  “Mind set guru harus berubah, jam kerja kita minimal 37,5 jam. Itu dipahami minimal 24 JPM sehingga guru bisa bisa lebih.  Inilah pentingnya mengetahui cara baca dan memahami suatu regulasi.  Semua harus berpikir dan mau dengan ikhlas melakukan apa saja untuk kemajuan madrasah ini,” tegasnya.  Fauzi menegaskan pentingnya semangat, kebersamaan, kerja sama dan do’a agar jalan menuju madrasah ketrampilan terwujud. Ia juga berpesan madrasah harus menyampaikan moderasi beragama, tidak mengambil ke kiri atau ke kanan sehingga tidak ada lagi pola-pola tidak nyaman bagi sebagian warga.  (eds)

 

Kontributor : MAN4SLEMAN
Editor : Titik Nur Farikhah
Dibaca : 168

Bagikan