Ikuti Lomba Video Edukatif Pencegahan Korupsi Itjen: Kemenag DIY Tanamkan Pendidikan Antikorupsi Sejak Dini


Ikuti Lomba Video Edukatif Pencegahan Korupsi Itjen: Kemenag DIY Tanamkan Pendidikan Antikorupsi Sejak Dini
Kategori : KANWIL
Tanggal : 2020-03-10 17:12:40

Banten (Humas Kemenag DIY) - Indonesia, negara yang kaya sumber daya alam ini ternyata masih menyimpan lara. Korupsi masih merajalela. Apalagi Indonesia di tahun 2019 masih menempati posisi ke-85 sebagai negara korup dari 180 negara di dunia. 

“Tentu, hal ini menjadi keprihatinan kita semua. Tak terkecuali kami sebagai bagian dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Sesuai arahan Menag Jenderal (Purn) Fachrul Razi, Kanwil Kemenag DIY tanamkan pendidikan antikorupsi sejak dini,” tandas Kakanwil Edhi Gunawan di sela ikuti acara Ngopi Bareng pegiat medsos pengawasan bidang pendidikan yang dikemas dalam tema Monitoring Isu Kementerian Agama di Medsos dan Mitigasinya. Acara ini berlangsung sehari penuh, Selasa (10/3/2020) di Pusdiklat Kementerian Agama RI Ciputat Tangerang Banten.

Ikuti Lomba Video Edukatif Pencegahan Korupsi Itjen: Kemenag DIY Tanamkan Pendidikan Antikorupsi Sejak Dini

Menurut Kakanwil, pendidikan antikorupsi sejak dini dilakukan melalui madrasah dengan penanaman nilai-nilai kejujuran dan kebenaran, bertekad untuk turut mendukung gerakan antikorupsi. “Sebab generasi muda yang agamis adalah generasi yang akan menjadi tumpuan masa depan,” ungkapnya lagi.

Untuk itu Pendidikan Antikorupsi Sejak Dini penting untuk terus ditanamkan. “Sebagai contoh perpustakaan kejujuran, yang menyediakan berbagai jenis buku pengetahuan juga hiburan diselenggarakan secara terbuka. Disinilah, siswa dituntut untuk berlaku jujur kapan harus mengembalikan,” jelas Kakanwil seraya menyebut hal ini dilakukan salah satunya di MAN 2 Kulon Progo.

Kakanwil merinci, kiat itu dilakukan, antara lain dengan penanaman disiplin waktu yang menjadi kunci perilaku antikorupsi dimana siswa berlatih untuk tidak korupsi waktu. “Transparansi dan penyerapan anggaran, baik anggaran negara, anggaran DIPA, dan anggaran BOS, juga menjadi indikator bersihnya pelayanan dari praktik-praktik koruptor,” tambahnya.

“Mari untuk terus bergandeng tangan melawan korupsi yang menghambat majunya negeri. Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, siap mendukung gerakan antikorupsi,” pungkas Kakanwil didampingi Kasubbag Umum dan Humas Ahmad Fauzi. (bap)

Kontributor : Bramma Aji Putra
Editor : Bramma Aji Putra
Dibaca : 293

Bagikan