Rakor MAN 4 Sleman Menuju Sukses Adiwiyata Provinsi


Rakor MAN 4 Sleman Menuju Sukses Adiwiyata Provinsi Ketua Tim sedang menjelaskan tugas masing-masing Kelompok Kerja (Pokja)
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2020-03-09 10:50:38

Sleman (MAN 4 Sleman) – Setiap madrasah menginginkan sukses Adiwiyata.  Salah satu aspek penting sukses adalah perlunya pembiasaan perilaku positif mewujudkan lingkungan madrasah bersih indah nyaman. Pembiasaan tidak hanya dilakukan sebelum dan selama adiwiyata, namun harus terus menerus.  Kontinyuitas itu dapat dilakukan dengan berbagai wadah seperti aneka lomba serta kegiatan Jum’at bersih.  Seluruh warga harus aktif terlibat agar lingkungan tertata dengan baik, indah, bersih, indah nyaman dan asri.  “Penting sekali pembiasaan itu difasilitasi dengan wadah agar bisa berjalan dengan baik.  Kita berharap seluruh kelompok kerja/pokja bisa bekerja secara maksimal,” kata Mohammad Yusuf,S.Ag kepala MAN 4 Sleman (MANESA) saat memberikan arahan pada rapat koordinasi (rakor) menuju sukses Adiwiyata Provinsi Senin (9/3/2020) di ruang pertemuan madrasah setempat. 

Rapat koordinasi diikuti seluruh anggota tim yang merupakan warga madrasah terdiri dari guru pegawai.  “Pengomposan harus dilakukan secara berkelanjutan hingga bisa memanen pupuk kompos.  Hasil pupuk kompos diberikan ke pokja taman untuk kesuburan dan perawatan taman,” jelas Drs Heri Purwoko ketua Tim Adiwiyata MANESA.  Maka diperlukan kerja sama seluruh warga agar berjalan dengan baik, lanjut Heri dengan menjelaskan kerja setiap pokja.  Bagian apotik hidup pada saat memanen, hasilnya kemudian disampaikan kebagian inovasi untuk diolah menjadi obat dan dikemas untuk selanjutnya bisa dijual.  Pokja daur ulang recycle, reuse sampah juga bekrja sama dengan bagian inovasi.  Pokja ini juga harus memantau sumber-sumber sampah seperti kantin.  “Kantin harus dipantau apakah masih menjual produk yang bebas kemasan plastic. Bisa pula membuat kreasi berupa jenang kertas untuk pembuatan topeng atau barang artistic lain, bekas bungkus plastic untuk membuat tas rangsel dari berbahan barang daur ulang,” tegas Heri.

Rakor MAN 4 Sleman Menuju Sukses Adiwiyata Provinsi

Salah satu yang sudah dilakukan oleh siswa adalah mendaur ulang minyak goreng bekas menjadi lilin untuk penerangan, tutur Suprihatin, S.Pd guru seni coordinator pokja daur ulang.  Lilin tersebut bisa dimanfaatkan dengan dijual untuk warga madrasah.  Untuk pokja biopori bertugas menyiapkan lobang biopori dan sumur resapan.  “Belum ada anggaran dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), biopori yang ada perlu diperiksa apakah masih berfungsi atau tidak.  Biopori untuk peresapan air, menjaga cacing tau serangga di tanah, untuk diisi daun kering untuk pupuk kompos.  Dua bulan sekali bila sudah membusuk diambil dan diserahkan ke Pokja taman,” terang Heri.

Green house dan hutan sekolah, tanaman dilindungi dengan atap dan disamping harus dengan jejaring dengan tujuan agar suhu terjaga.  Tim Pokja harus selalu memantau tanaman yang ada di dalam green house, tanaman berupa sayuran, obat atau bunga produktif.  Pemantaun harus memastikan agar tanaman tetap hidup terawat.  Bila ada yang akan mati segera diganti, daun kering dihilangkan.  Hindari tanaman yang menggunakan zat kimia.  Untuk hutan sekolah, pohon-pohon itu harus diberi label atau nama dan dilakukan kalkulasi.   Saat rakor, setiap pokja diberi penjelasan tugas masing-masing pokja.  Sekretaris juga sudah menyiapkan administrasi yang harus diisi setiap pokja. (eds)

Kontributor : MAN4SLEMAN
Editor : Titik Nur Farikhah
Dibaca : 290

Bagikan