Audiensi dengan Kakanwil, FJI Tabayun Soal Izin Tempat Ibadah


Audiensi dengan Kakanwil, FJI Tabayun Soal Izin Tempat Ibadah
Kategori : KANWIL
Tanggal : 2020-03-02 16:41:06

Yogyakarta (Humas Kemenag DIY) – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Front Jihad Islam (FJI) melakukan audiensi dengan Kepala Kanwil Kemenag DIY terkait aktifitas keagamaan di tempat ibadah yang diduga tidak berizin. Sekitar 30 orang pimpinan dan anggota FJI ditemui langsung oleh Kakanwil Drs. H. Edhi Gunawan, M.Pd.I. di Ruang Rapat I, kantor setempat, Senin (2/3/2020).

Pimpinan FJI, Ustadz Abdurrahman dalam penyampaiannya mengungkapkan pihaknya bermaksud untuk melakukan tabayun terkait dengan adanya tempat ibadah di Hartono Mall yang diduga tidak mengantongi izin, digunakan untuk kegiatan ibadah dan sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Untuk itu FJI meminta agar Kanwil Kemenag DIY melakukan langkah nyata untuk menertibkan. “Kami menyadari posisi Yogyakarta sebagai kota toleransi, untuk itu kami berkomitmen untuk menjaga agar Yogyakarta tetap aman dan tenteram,” ujar Abdurrahman. FJI mengklaim memiliki data beberapa mal dan hotel yang digunakan untuk tempat ibadah. 

Sementara itu, Anang Imamuddin dari FJI Magelang menegaskan pihaknya tidak mempermasalahkan soal kegiatan ibadah agama lain. Tetapi ia berharap agar semua umat beragama mematuhi peraturan perundang-undangan yang menjadi dasar dalam menjalankan kehidupan beragama. Termasuk di dalamnya tentang pendirian tempat ibadah.

Menanggapi hal tersebut, Edhi Gunawan berterima kasih atas audiensi yang dilakukan FJI sehingga terbangun dialog yang baik. Ia pun menerima informasi yang disampaikan DPP FJI tersebut sebagai bahan untuk melakukan langkah berikutnya. Karena lokasi tempat ibadah yang dipermasalahkan berada di wilayah Kabupaten Sleman, aturan hukum yang digunakan akan mengacu pada Peraturan Bupati Sleman Tahun 2019.

“Karena wilayah yang dipermasalahkan berada di Sleman, kami akan mencermati aturan yang ada. Selain itu kami akan bekerjasama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB),” ungkap Edhi. Ia pun berharap agar persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik sehingga tidak mengganggu kerharmonisan kehidupan beragama di Yogyakarta. [eko]

Kontributor : Eko Triyanto
Editor : Eko Triyanto
Dibaca : 88

Bagikan