Kabid Penais Zawa Sampaikan Pesan Menag saat Apel Pagi


Kabid Penais Zawa Sampaikan Pesan Menag saat Apel Pagi
Kategori : INFORMASI
Tanggal : 2019-02-19 16:40:58

Yogyakarta (Inmas DIY) – Apel pagi, Senin (18/2) dilaksanakan di halaman depan Kanwil diikuti oleh seluruh ASN dan PTT Kanwil Kemenag DIY. Kegiatan yang dinilai rutin ini sebagai implementasi dari salah satu kewajiban pegawai dan dimaksudkan untuk melatih kedisiplinan serta tanggungjawab bagi setiap pegawai di lingkungan Kanwil Kemenag DIY.

Pertama, ucapan selamat kepada Bidang Urais Binsyar yang telah memperoleh penghargaan penyerapan tertinggi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Tahun 2018 sekitar 98,2%.  Kedua, mulai Kamis (14/2) telah dibuka seleksi penerimaan PPPK Kemenag. Pada tahap I ini dikhususkan bagi tenaga guru dan dosen eks tenaga honorer K II  yang telah mengikuti ujian di tahun 2013.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Penais Zawa Muklas selaku pembina apel. “Sesuai surat Menteri PAN dan RB, Kementerian Agama telah mengusulkan 20.790 formasi pada seleksi PPPK eks tenaga honorer K II tahap I tahun 2019, semuanya untuk tenaga guru dan dosen. Data ini sudah terekam dalam database BKN,“ tegasnya. “Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 49 tahun 2018 mengatur tentang pengangkatan PPPK harus melalui mekanisme seleksi. Bagi mereka yang lulus seleksi, akan diangkat sebagai PPPK,” imbuhnya.

Selanjutnya, terkait dengan hasil Rakernas Kemenag RI di Jakarta, Muklas menyampaikan tiga mantra atau kata kunci yang dikutip dari Menag. Moderasi beragama, Kebersamaan, dan Integrasi Data. Ketiga-tiganya diharapkan bahkan seluruh program kegiatan harus mengacu dan merujuk pada ketiga mantra ini. Bahkan sub bagian perencanaan sudah menindaklanjuti dengan menyampaikan hal tersebut melalui form-form usulan program kegiatan tahun 2020 sebagai bahan raker yang rencananya akan dilaksanakan di bulan Maret mendatang.

Lebih khusus, Muklas juga menggarisbawahi pesan Menag terkait permintaan untuk percepatan pelaksanaan program di tahun 2019. “Karena selesainya pemerintahan Jokowi-Kalla di bulan Oktober menatang sehingga seluruh kegiatan harus sudah terselesaikan. Ini pesan yang betul-betul ditekankan oleh Menag,” tegasnya.

“Selanjutnya, terkait dengan prioritas pelayanan umat. Terutama pelayanan langsung kepada jamaah seperti layanan haji. Sementara terkait updating data, data harus selalu update, harus selalu baru, harus selalu diperhatikan karena data merupakan rujukan untuk segala kebijakan di Kemenag, “pungkasnya. (tnf)

Kontributor : Humas
Editor : titiknf
Dibaca : 292

Bagikan