MGMP Bahasa Inggris, Guru Mesti Perdalam Pengetahuan Bahasa Inggris


MGMP Bahasa Inggris, Guru Mesti Perdalam Pengetahuan Bahasa Inggris Nara sumber saat menyampaikan materi English Crosswords for Developing Language Skills
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2020-02-26 14:11:41

Sleman (MAN 4 Sleman) – Umumnya orang mengerjakan Teka-teki Silang Bahasa Inggris (TTS) atau English Crosswords untuk menambah memelihara kosa kata dan memperluas wawasan.  Namun English Crosswords dirancang secara khusus untuk mengembangkan empat keterampilan berbahasa, listening, reading speaking dan writing.  “Guru harus berani memandu dan mengelola kegiatan pembelajaran dalam Bahasa Inggris.  Semboyan yang dianut guru adalah speaking to learn, berbicara untuk belajar, bukan lagi learning to speak, belajar berbicara.  Bagi peserta didik juga sama, listening reading speaking to learn.  Guru dan murid harus memiliki semangat learning by doing,” papar Drs. Djunaedy, MA narasumber Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris Selasa (25/02/2020) di Ruang Pertemuan MAN 4 Sleman.

Guru Bahasa Inggris harus terus memperdalam pengetahuan Bahasa inggrisnya, knowledge of the English Language dan memperluas cakarawalanya, knowledge of the world, lanjut purna widyaiswara LPMP DIY dan dosen tidak tetap dua universitas itu.  Kegiatan bertajuk English Crosswords for Developing Language Skills,  TTS Bahasa Inggris untuk mengembangkan kecakapan berbahasa, diikuti 25 guru-guru madrasah Aliyah Negeri dan Swasta se-Daerah Istimewa Yogyakarta.  Lulusan S2 ELT di Inggris dan Diploma di Singapura itu menegaskan, guru yang cakap berbicara Bahasa Inggris akan lebih disukai peserta didik.  Selain menambah percaya diri guru, ada dampak positif  peserta didik pun menyukai mata pelajaran Bahasa Inggris. “Guru juga harus sering melakukan refleksi, intropeksi dan evaluasi diri terkait Bahasa Inggris lisannya.  Mengingat-ingat kembali mungkin ada salah ucap, keliru pilih kata atau salah tata bahasanya.  Guru tidak perlu malu kalau membuat mistakes dalam berbahasa asing karena hal itu wajar,” tegasnya.

MGMP Bahasa Inggris, Guru Mesti Perdalam Pengetahuan Bahasa Inggris

Djunaidi menegaskan guru harus bisa membedakan antara mistakes dan error. Melakukan kesalahan atau mistakes dapat disebabkan kelelahan atau ketergesa-gesaan saat menggunakan kata atau kalimat tertentu itu wajar.  Sementara error kesalahan yang lebih serius dan untuk memperbaikinya dengan menambah pengetahuan.  Mantan widya iswara tersebut juga memberi contoh proses pembelajaran dengan games, English crosswords serta songs.  Seluruh peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan dengan dialog langsung dengan nara sumber.  Peserta datang dari madrasah yang ada di Gunungkidul, Kulonprogo Bantul Kotamadya Yogyakarta dan Sleman.

Sementara Edy Suparyanto ketua MGMP Bahasa Inggris berharap model pembelajaran yang disampaikan narasumber dapat diterapkan di kelas.  “Ini penyampaian materi oleh nara sumber yang inspiratif, membuka wawasan dan memperkaya pengetahuan dan pengalaman bagi guru.  Guru adalah actor penting dalam proses pembelajaran,” paparnya.  Dengan proes pembelajaran yang komunikatif dan meaningful, kompetensi peserta didik terus meningkat.  (eds)

 

Kontributor : MAN4SLEMAN
Editor : Titik Nur Farikhah
Dibaca : 3328

Bagikan