MTsN 1 Sleman Menggelar AMT (Achievement Motivation Training)


MTsN 1 Sleman Menggelar AMT (Achievement Motivation Training) Saeful Bahri memberikan AMT dihadapan siswa dan orang tua kelas IX
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2020-02-20 09:47:10

Sleman (MTsN 1 Sleman) – Dalam rangka mempersiapkan siswa kelas IX dan orang tua siswa dalam menghadapi Ujian Nasional, MTsN 1 Sleman menggelar AMT (Achievement Motivation Training) dan Sosialisasi Ujian Nasional yang diikuti oleh siswa kelas IX dan orang tua. Kegiatan ini dilaksanakan setelah salat duhur, bertempat di Musala MTsN 1 Sleman, Rabu (19/2) dengan narasumber Saeful Bahri, Trainer Spiritual Motivation, Spiritual Teaching dan Parenting.

Kepala MTsN 1 Sleman, Hadlirin, M.Pd mengatakan, “ Ujian Nasional yang akan dilaksanakan pada bulan April diharapkan dapat berjalan lancar. Saya berharap semoga seluruh siswa kelas IX dapat meraih nilai yang memuaskan dan dapat meraih cita-cita sesuai dengan yang diharapkan, “ harap Hadlirin

MTsN 1 Sleman Menggelar AMT (Achievement Motivation Training)

“ Dengan AMT, siswa maupun orang tua siswa dapat termotivasi untuk mempersiapkan diri menghadapi Ujian Nasional baik persiapan fisik maupun persiapan mental dan spiritual. Dengan adanya dukungan ,perhatian , dan bimbingan dari orang tua, siswa dapat mengikuti Ujian Nasional dengan tenang dan nyaman,”tandas Hadlirin.

Tema yang diusung dalam AMT adalah MTsN 1 Sleman Menghadapi Ujian Nasional dengan  Mental yang Kuat dan Spiritualitas yang Tinggi. Saeful Bahri menyampaikan bahwa untuk dapat sukses dalam Ujian Nasional dengan cara mempersiapkan hati dan pikiran agar selalu bahagia dan dengan didukung oleh konsentrasi tinggi. Siswa yang terbebani oleh bermacam-macam keadaan yang mengganggu hati dan pikirannya akan menghambat dalam mempersiapkan diri menghadapi Ujian Nasional, misalnya bermasalah dengan orang tua, teman dan lain-lain.

Saeful Bahri menambahkan, untuk dapat meraih kesuksesan manusia harus punya imajinasi, tidak boleh mutungan dan bermalas-malasan. Jangan takut bermimpi, karena berawal dari mimpilah semua harapan dan cita-cita akan tercapai. Saeful juga mengingatkan tentang pencuri impian yaitu handphone. Apabila siswa tidak bisa bijak dalam menggunakan handphone maka seluruh waktunya akan tersita untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.

Di akhir kegiatan, seluruh siswa diminta untuk menemui orang tuanya, memeluk mereka, meminta maaf dan menyampaikan janji kepada orang tua untuk bersungguh-sungguh dalam menyongsong masa depan. (rmi)

Kontributor : MTSN1SLEMAN
Editor : Titik Nur Farikhah
Dibaca : 169

Bagikan