Diklat Sentiment Analysis, Mengenal Lebih Dekat Mesin AIS


Diklat Sentiment Analysis, Mengenal Lebih Dekat Mesin AIS
Kategori : KANWIL
Tanggal : 2020-02-20 08:15:02

Jakarta (Humas Kemenag DIY) -  Rabu (19/2/2020) pagi, 25 peserta Diklat Sentiment Analysis ikuti agenda kunjungan ke Kementerian Komunikasi dan Informatika di Jalan Medan Merdeka Barat Jakarta Pusat.

Tujuan kunjungan untuk mengetahui lebih dalam tugas tim Kominfo terkait fungsi dan pemanfaatan Mesin AIS sebagai alat pendeteksi kebenaran konten berita, artikel dan informasi yang berkembang di berbagai media sosial di seluruh Indonesia.

Diklat Sentiment Analysis, Mengenal Lebih Dekat Mesin AIS

Bertempat di ruang Subdit Pengendalian Aplikasi Lantai 8 Kemenkominfo, rombongan diterima secara langsung oleh 

Kasubdit Pengendalian Konten Internet  Drs. Anthonius Malau, M.Si didampingi Kasi Pemblokiran Konten Internet Ilegal  Taruli, SH. 

Dalam kesempatan tersebut, Anthonius menjelaskan terkait pemanfaatan mesin AIS yang telah dilaunching tahun 2018. "Nama AIS sendiri sebetulnya bukan singkatan tapi berasal dari kata mesin pengais," tandasnya.

Menurutnya, mesin ini mampu mendeteksi berbagai konten, melihat interaksi publik, isu terpopuler terkini melalui mention atau qword (kata-kata yang sering muncul). "Selain itu juga mesin ini mampu melihat berapa jumlah retweet, follower, artikel,  gambar, video yang paling sering dishare, hastag yang paling sering dipakai netizen, akun yang followernya tinggi, akun yang paling aktif, akun yang paling banyak direspon," jelasnya.

Berdasarkan letak demografi, yang paling banyak kontak ada posisi tiga teratas yakni Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. 

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Kasi Pemblokiran Konten Internet Ilegal Taruli, SH menambahkan informasi terkait mesin AIS yang mampu bekerja selama 24 jam, dengan dibantu kurang lebih 114 pegawai dalam pengoperasioannya yang tergabung dalam sebuah tim. (tnf)

Kontributor : Titik Nur Farikhah
Editor : Titik Nur Farikhah
Dibaca : 286

Bagikan