Wamenag Zainut Tauhid: UU Nomor 18 Tahun 2019 Tentang Pesantren Merupakan Bukti Pengakuan Negara


Wamenag Zainut Tauhid: UU Nomor 18 Tahun 2019 Tentang Pesantren Merupakan Bukti Pengakuan Negara
Kategori : KANWIL
Tanggal : 2020-02-19 23:58:51

Yogyakarta (Humas Kemenag DIY)—Para ulama melalui pendidikan model pesantren telah memberikan kontribusi besar bagi Republik ini. Bahkan kontribusi para kiai telah ada sejak era sebelum kemerdekaan. Untuk itu, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 Tentang Pesantren dipandang sebagai rekognisi (pengakuan) pemerintah terhadap pesantren.

Wakil Menteri Agama RI Zainut Tauhid Sa’adi mengungkapkan hal itu saat Dialog Interaktif dengan civitas akademika Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta, Rabu (19/02/2020). Kehadiran Wamenag disambut Wakil Rektor I Abdul Ghoffar, Wakil Rektor III Senawi, dan puluhan dosen kampus yang terletak di Jalan Lowanu, Sorosutan, Yogyakarta ini.

Wamenag Zainut Tauhid: UU Nomor 18 Tahun 2019 Tentang Pesantren Merupakan Bukti Pengakuan Negara

Wamenag Zainut Tauhid: UU Nomor 18 Tahun 2019 Tentang Pesantren Merupakan Bukti Pengakuan Negara

“Pemerintah melalui UU Pesantren memberikan pengakuan, afirmasi serta fasilitasi bagi pesantren. UU ini menjadi landasan hukum guna memperkuat peran pesantren dalam pembangunan nasional,” tandas Zainut.

Ia menambahkan, pesantren adalah tonggak utama dalam mengawal moderasi beragama. “Moderasi beragama tidak akan dapat tercipta tanpa pinsip adil dan berimbang. Islam wasathiyah, atau Islam pertengahan sesungguhnya menjadi solusi antara dua ekstremitas beragama,” jelasnya lagi.

Pengetahuan beragama yang komprehensif atau secara menyeluruh, imbuhnya, adalah salah satu jalan utama untuk seseorang menjadi moderat. “Sebagai bangsa kita juga memiliki Pancasila yang bagi kita sudah final, menjadi kompromi kebangsaan, kesepakatan negara yang harus ditaati,” ungkapnya lagi.

Senada dengan Wamenag, Wakil Rektor I UNU Abdul Ghoffar menyebut bahwa kampusnya membawa misi besar yakni mewujudkan Islam yang wasathiyah (moderat). “UNU dirancang sebagai boarding campus. Menjembatani dunia kampus dengan pesantren,” ungkapnya.

“Kami juga ingin menjadikan nilai-nilai pesantren menjadi pola laku pembangunan karakter,” ujarnya seraya menambahkan kampusnya memiliki 5 fakultas dan 11 program studi. (bap)

Kontributor : Bramma Aji Putra
Editor : Bramma Aji Putra
Dibaca : 576

Bagikan