Diklat Sentiment Analysis, Dirjen IKP: Kenali Berita Hoax


Diklat Sentiment Analysis, Dirjen IKP: Kenali Berita Hoax Saat Prof. Widodo sampaikan materi
Kategori : KANWIL
Tanggal : 2020-02-18 22:34:05

Jakarta (Humas Kemenag DIY) -   Pertemuan Diklat Sentiment Analysis hari kedua, Selasa (18/2/2050) pada akhir sesi menghadirkan Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Prof. Dr. Widodo Muktiyo dengan topik Ragam Hukum dan Etika Komunikasi Publik di Gedung A Pusdiklat Kemenkominfo Balitbang SDM.

Tantangan terberat humas saat ini, ketika menghadapi berbagai arus informasi yang kian tak menentu, kadang diyakini kebenarannya namun di sisi lain menimbulkan ketidakpastian akan kebenaran informasi tersebut. Menghadapi kondisi demikian, humas dituntut bekerja keras dan harus mampu bersikap bijak, pro aktif, meluruskan berita yang tumpang tindih yang berkembang pesat di masyarakat. "Perlulah kiranya saring dulu sebelum sharing," tandasnya.

Diklat Sentiment Analysis, Dirjen IKP: Kenali Berita Hoax

Demikian disampaikan Prof. Widodo di hadapan 25 peserta diklat yang terdiri dari unsur praktisi humas dari berbagai instansi di seluruh Indonesia.

Lebih lanjut, pihaknya menyampaikan bahwa hukum dan etika akan menjadi suatu pilihan yang harus ditegakkan. "Tindakan yang kurang baik seperti menghembuskan berita hoax tentunya harus mendapatkan imbalan hukuman setimpal. Karena tidak hanya menimbulkan hal negatif namun berdampak buruk bagi pihak yang terlibat di dalamnya," tandasnya.

Humas pemerintah harus memiliki posisi kuat karena yang akan dihadapi ke depan adalah akan lebih banyak pihak-pihak yang melakukan pelanggaran termasuk penyebaran berita hoax dan sejenisnya, namun mereka tidak menyadari kalau hal ini melanggar hukum. 

Selanjutnya pejabat jebolan Universitas Indonesia ini menyampaikan bahwa setiap detik di dunia maya terjadi interaksi komunikasi namun mesin ini mampu memonitor interaksi secara baik. "Mesin memang tidak punya hati dan rasa namun mereka memiliki data yang akurat," ungkapnya. 

"Tak heran jika kemudian Anda ditawari berbagai iklan tentang sesuatu produk tertentu karena ternyata setiap hari Anda mengakses produk tersebut dan hal informasi ini tertangkap oleh mesin," jelasnya lebih lanjut.

Di akhir materinya, Prof Widodo menyampaikan lima cara mengenali hoax. Pertama, periksa alamat url atau website apakah kredibel atau tidak. Kedua, periksa halaman tentang situs website yang menampilkan informasi tersebut. Ketiga, periksa apakah ada kalimat yang menyuruh pembaca untuk membagikan pesan tersebut. Keempat, cross check cari di google tema berita spesifik yang ingin dicek, dan Kelima, cek kebenaran gambarnya di google image. (tnf)

Kontributor : Titik Nur Farikhah
Editor : Titik Nur Farikhah
Dibaca : 384

Bagikan