Hadapi Akreditasi, MTsN 9 Bantul Undang Pengawas Madrasah


Hadapi Akreditasi, MTsN 9 Bantul Undang Pengawas Madrasah
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2020-02-18 14:39:52

Bantul (MTsN 9 Bantul) -- Berbeda dengan tahun sebelumnya, mulai tahun 2020 akreditasi sekolah didasarkan pada 4 komponen, yaitu komponen mutu lulusan, komponen proses pembelajaran, komponen mutu guru, dan komponen manajemen sekolah. Keempat komponen ini terangkum dalam Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan (IASP). Tahun 2021 MTs Negeri 9 Bantul akan melakukan akreditasi. Untuk itulah, MTs Negeri 9 Bantul mengundang H. Samingan, selaku Koordinator Pengawas Madrasah untuk memberikan sosialisasi terkait perubahan tersebut.

"Akreditasi madrasah kita masih tahun 2021, tapi tidak ada salahnya kita mencuri start,” tandas Kepala MTs Negeri 9 Bantul, Nur Hasanah.

H. Samingan hadir menjadi narasumber dalam "Workshop Pengembangan Kualitas Madrasah" yang digelar di MTs Negeri 9 Bantul, pada Selasa (18/02). Dalam kegiatan ini, Samingan menjelaskan tentang beberapa teknis akreditasi yang akan datang.

"Meskipun IASP masih dalam bentuk draf, kita tidak akan rugi mempelajarinya,” jelas Samingan.

Satu hal yang ditekankan oleh Samingan adalah akreditasi tidak lagi berfokus pada administrasi. Akan tetapi, lebih berfokus pada performa atau kinerja madrasah. Oleh karenanya, yang harus dipersiapkan adalah perombakan pada kinerja. Salah satunya adalah kinerja guru.

"Guru tidak boleh hanya berbicara di depan seperti yang dulu-dulu. Akan tetapi, guru harus memikirkan output dan outcome serta berorientasi pada kinerja siswa,” papar Samingan terkait kinerja guru.

Saat ini, mutu lulusan pun menjadi salah satu komponen penting dalam akreditasi madrasah. Samingan memaparkan bahwa ke depannya, madrasah harus mempunyai database lulusan yang terstuktur. Dari data tersebut dapat dengan mudah dilihat perkembangan diri lulusan madrasah yang ada, seperti di mana lulusan tersebut melanjutkan pendidikan.

Selain dua komponen itu, komponen proses pembelajaran dan manajemen sekolah menjadi sorotan utama. Samingan menjelaskan bahwa proses pembelajaran harus memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada di madrasah, termasuk IT.

"Sekali lagi ini baru draf, tapi semua harus dipersiapkan,” pungkas Samingan. (and)

Kontributor : MTSN9BANTUL
Editor : Bramma Aji Putra
Dibaca : 320

Bagikan