Diklat Sentiment Analysis, Lima Poin Analisa Konten Media 


Diklat Sentiment Analysis, Lima Poin Analisa Konten Media  Saat Dimas sampaikan materi Pengantar Analisis Media
Kategori : KANWIL
Tanggal : 2020-02-18 12:06:53

Jakarta (Humas Kemenag DIY) - Media sosial sebagai media yang digunakan oleh setiap individu untuk berhubungan dengan satu sama lain dalam suatu jaringan dan komunitas dunia maya dengan cara sharing maupun bertukar informasi termasuk ide. Mengamati progres perkembangan media sosial yang semakin meningkat, Pusdiklat Balitbang SDM menghadirkan pemateri Dimas Aditya Nugraha dari Ditjen Informasi Komunikasi Publik dengan tema "Pengantar Analisis Media Sosial" di Gedung A Lantai 1 Pusdiklat Kominfo.

Memasuki hari kedua, Selasa (18/02/2020) 25 praktisi humas dari berbagai instansi seluruh Indonesia semakin antusias menyimak berbagai materi yang disampaikan narasumber. 

Diklat Sentiment Analysis, Lima Poin Analisa Konten Media 

Diklat Sentiment Analysis, Lima Poin Analisa Konten Media 

Mengawali materinya Dimas yang mengaku tertarik dengan profesi Pranata Humas, mengajak peserta berdiskusi terkait perbedaan media sosial dengan media mainstream. "Dimana media sosial memiliki respon dan feedback lebih cepat dibanding media mantsream, materi yang disajikan beragam dan bisa memili yang paling tepat sesuai kebutuhan, lebih mudah diakses secara mobile, dan media sosial dipandamg lebih dinamis dan fleksibel," ujar Erwina Nuroctaviani peserta dari Direktorat IKPMK, Ditjen IKP, Kementerian Kominfo

Sementara Jabbar peserta dari Kementerian Kominfo RI menguraikan perbedaan masing-masing media sosial. Menurutnya, facebook dipandang lebih variatif karena mampu menampilkan foto, video, statement hingga market place. "Instragram hanya menampilkan foto dan video, sementara twitter tampil lebih eksklusif hanya mampu menampilkan statemen dan link," jelas Jabbar selanjutnya.

Lebih jauh, Dimas selaku narasumber menguraikan beberapa hal yang harus diketahui dalam menganalisa suatu konten media.  

Pertama, Who (comunicator). Siapa yang berbicara, dari organisasi/institusi apa, seberapa besar isu yg disampaikan, dan bagaimana pengaruh narasumber di mata publik/masyarakat.

Kedua, Say what (message). Isu yang dibicarakan, bag mana yang dibicarakan, dalam konteks apa komunikasi dilakukan, bagaimana sentimennya.

Ketiga, In Which Channel (medium). Di media apa komunikasi terjadi (tv, radio, media cetak, forum, media sosial, media online, seberapa luas jangkauannya, seberapa kuat pengaruh media tersebut.

Keempat, To Whom (audiens). Sasaran komunikasi, karakteristik audiens dari segi geografi demografi, psikografi.

Kelima, With What Effect (effect). Apa dampak komunikasi, seberapa besar dampaknya, seberapa luas dampaknya, kebijakan apa yang terdampak melalui komunikasi tersebut.

"Hasil diskusi berhasil disimpulkan bahwa komunikasi sebagai proses pengiriman pesan dari kominikator ke komunikan dengan harapan akan menghasilkan perubahan sikap dalam bentuk tulisan, verbal atau tindakan," tandasnya.

Terkait dengan analisis media sosial, ia menyampaikan tiga tujuan. "Yakni menciptakan masalah, merespon, dan mengevaluasi dengan melakukan berbagai program," pungkasnya. (tnf)

Kontributor : Titik Nur Farikhah
Editor : Titik Nur Farikhah
Dibaca : 611

Bagikan