Penarikan Kembali Mahasiswa PPPG UIN dari MTs Negeri 6 Bantul


Penarikan Kembali Mahasiswa PPPG UIN dari MTs Negeri 6 Bantul Kepala MTsN 6 Bantul Melepas Mahasiswa PPPG UIN Sunan Kalijaga
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2020-02-06 21:16:31

Bantul (MTs Negeri 6 Bantul) – Program Pendidikan Profesi Guru atau yang sering disingkat dengan PPPG mahasiswa UIN Sunan Kalijaga di MTs Negeri 6 Bantul telah berakhir pada Sabtu (1/2/2020). Dengan berakhirnya masa PPPG tersebut dosen pembimbing lapangan Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga jurusan Pendidikan Matematika melakukan prosesi penarikan kembali. Serah terima mahasiswa dilakukan di LAB IPA MTs Negeri 6 Bantul.

Selama dua minggu lamanya, 12 mahasiswa jurusan Pendidikan Matematika UIN Sunan Kalijaga melakukan serangkaian kegiatan yang terkait dengan profesi guru. Kegiatan itu diwujudkan dalam bentuk observasi kegiatan madrasah secara menyeluruh dan observasi pembelajaran Matematika di dalam kelas. Kedua belas mahasiswa dibimbing oleh 3 orang guru Matematika yakni Sri Surmiyati, Edhy Supranjono, dan Budiyati.

Penarikan Kembali Mahasiswa PPPG UIN dari MTs Negeri 6 Bantul

Penarikan Kembali Mahasiswa PPPG UIN dari MTs Negeri 6 Bantul

Saat melepas mahasiswa, Kepala MTs Negeri 6 Bantul berpesan agar seluruh pengalaman yang ilmu yang didapat dari madrasah dapat diaplikasikan kelak pada saatnya bekerja. “Bagaimana pun, kalian adalah calon-calon guru yang akan berkiprah di instansi-instansi pendidikan jika sudah lulus dari UIN. Ilmu dan pengalaman yang didapat hendaknya dapat memperkaya pengetahuan sehingga pada saatnya nanti mahasiswa tidak akan kaget dengan dinamika yang terjadi di sebuah madrasah,” ujarnya.

Mafrudah juga berpesan agar selepasnya dari MTs Negeri 6 Bantul mahasiswa menjadi lebih percaya diri dan semangat untuk menyelesaikan studi serta lebih peka dengan lingkungan yang ditempatinya. Mahasiswa harus pandai menyesuaikan diri dengan lingkungan yang dimasukinya. Sementara itu terkait dengan beberapa hal yang dianggap kurang berkenan di hati para mahasiswa, Mafrudah menyampaikan permohonan maaf.

Menanggapi hal ini, Raekha Azka, dosen pembimbing lapangan dari UIN Sunan Kalijaga mengucapkan terima kasih kepada pihak madrasah dan guru pamong yang telah memberikan kesempatan belajar kepada para mahasiswa tentang bagaimana menjadi seorang guru dan menjadi bagian dari keluarga besar madrasah. diungkapkan Raekha bahwa sejatinya kuliah di kampus sekadar mengumpulkan teori demi teori. Riilnya adalah di di madrasah. “Jika mahasiswa hanya berdiam diri di kampus maka tidak akan tahu bahwa seorang guru juga wajib membangun sinergi secara bersama untuk memajukan sebuah instansi,” ujar dosen pembimbing lapangan. (rin)

 

Kontributor : MTSN6BANTUL
Editor : Bramma Aji Putra
Dibaca : 307

Bagikan