Pembina Upacara MTsN 6 Bantul Imbau Diet Plastik


Pembina Upacara MTsN 6 Bantul Imbau Diet Plastik Pembina Upacara Menyampaikan Amanatnya
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2020-02-05 09:11:21

Bantul (Matsanaba)—Berdasarkan data The World Bank tahun 2018, 87 kota di pesisir Indonesia memberikan kontribusi sampah ke laut diperkirakan sekitar 1, 27 juta ton. Dengan komposisi sampah plastik mencapai 9 juta ton dan diperkirakan sekitar 3,2 juta ton adalah sedotan plastik. Kondisi ini akan parah jika tidak ada penanggulangan dan tindakan nyata sejak dini. Lebih lagi sampah dilingkungan madrasah mengganggu pemandangan setiap harinya. Meskipun himbauan sudah dilakukan berulang kali, namun tetap saja terjadi pemandangan sampah tidak pada tempatnya. Dalam rangka inilah ketika upacara hari Senin (3/02/2020) dilakukan, pembina upacara mengingkatkan kepada peserta untuk menerapkan program diet plastik. Bertindak sebagai pembina upacara yaitu Siti Kiswatun selaku Wakil Kepala Kurikulum MTsN 6 Bantul.

Dalam uraiannya Kiswatun menekankan kembali tentang pentingnya mengambil langkah bijak dalam menanggulangi masalah sampah plastik terutama di lingkungan madrasah. Jangan sampai madrasah ikut menyumbangkan sampah plastik ke laut. Maka langkah yang ditempuh adalah dimulai dengan lingkungan sendiri yakni madrasah sebagai rumah kedua.

Pembina Upacara MTsN 6 Bantul Imbau Diet Plastik

“Para siswa terhitung mulai tanggal 3 Februari 2020 dihimbau untuk membawa alat makan dan minum dari rumah”, imbuhnya. Tidak hanya peserta didik yang diminta untuk membawa alat makan dan minum, namun juga pihak penyedia jasa makanan dan minuman di kantin tidak lagi diperkenankan menggunakan kantung plastic kemasan. Kantin terhitung mulai tanggal tersebut juga tidak diperbolehkan menggunakan plastik untuk bungkus makanan atau minuman yang biasa dikonsumsi oleh para siswa setiap harinya.

Menyambut kebijakan ini Wakil Kepala Urusan Sarpras, Harneti mengambil langkah nyata dalam menyambut kebijakan madrasah melalui galonisasi di setiap kelas. Ada sekitara 18 galon air mineral beserta tempat untuk menaruh (dispenser). Ruangan lainya seperti ruang guru, ruang administrasi dan tata usaha, ruang bimbingan konseling juga tidak luput dari galonisasi. “Saya merasa nyaman dan senang dengan adanya air minum yang disediakan oleh madrasah, tidak usah pergi keluar untuk membeli minuman kemasan”, ujar Laila seorang siswi dari kelas IX D. (ely)

Kontributor : MTSN6BANTUL
Editor : Bramma Aji Putra
Dibaca : 111

Bagikan