Kabid PHU Kanwil Kemenag DIY, Canangkan PHBS dari Gamping untuk DIY


Kabid PHU Kanwil Kemenag DIY, Canangkan PHBS dari Gamping untuk DIY H.M. Wildan Samani saat memberikan pengarahan
Kategori : INFORMASI
Tanggal : 2020-01-17 17:16:48

Sleman (Humas Kemenag DIY) - Manasik haji sepanjang tahun merupakan inovasi Kementerian Agama yang ditujukan oleh KUA sebagai ujung tombak Kementerian agama, hal tersebut untuk meningkatkan pelayanan ibadah haji kepada jemaah haji. Demikian poin penting yang disampaikan dalam Pembukaan Bimbingan Manasik Haji Sepanjang Tahun Jamaah Haji Kecamatan Gamping, Jumat (17/1/2020)

Selain itu, pemerintah juga memberikan perhatian kepada jemaah haji yang sudah tua, termasuk meningkatkan pelayanan dan perlindungan kepada jemaah haji. Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sangat menentukan kesehatan para jemaah haji, khususnya kondisi suhu udara panas yang melanda Arab Saudi. 

Kabid PHU Kanwil Kemenag DIY, Canangkan PHBS dari Gamping untuk DIY

Kabid PHU Kanwil Kemenag DIY, Canangkan PHBS dari Gamping untuk DIY

Pada kesempatan ini juga disetujui adanya yel yel manasik haji DIY, yaitu :
Haji...
sehat awake...
resik papanne...
khusuk ibadahe...
mabrur hajine...
In syaa Allah....

"Jika sehat badannya, In syaa Allah ibadahnya lebih khusuk. Implementasinya: PHBS, sampah selesai pada tingkat pribadi. Setiap manasik yang disitu ada sampah (kotak snack, gelas air mineral, dll) langsung dibawa keluar sendiri-sendiri dan ditaruh di tempat sampah. Harapannya kebiasaan ini terus dibawa sampai di tanah suci," jelas H. Sigit Warsita yang juga Kabid PHU Kanwil Kementerian Agama DIY.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Camat Gamping, Dandim, Kasi PHU Kankemenag Kab. Sleman, Kepala KUA Gamping, Kepala Puskesmas Gamping II, Ketua PW FKAPHI DIY dan HM. Wildan Samani selaku Koordinator Direktorat Dakwah, Bimbingan dan Penyuluhan Haji PB FKAPHI.

dr. H. Tejo Katon, S.Si, MBA, MM selaku ketua PW FKAPHI DIY juga menekankan pentingnya PHBS dan koordinasi baik sebelum berangkat haji, selama di tanah suci dan setelah pulang ke tanah air lagi. 

"Jaga kesehatan lahir dan bathin," tegas dr. H. Tejo katon.

Saat memberikan pengarahan HM. Wildan Samani menyampaikan pentingnya ibadah.
"Tanda mabrurnya haji seseorang ada tiga. Pertama, santun dalam bertutur kata (thayyibul kalam). Kedua, menebarkan kedamaian (ifsya’us salam). Ketiga, memiliki kepedulian sosial yaitu mengenyangkan orang lapar (ith‘amut tha‘am) Dari tiga ciri ini, bisa disimpulkan bahwa predikat mabrur yang diraih oleh seorang yang telah menjalankan ibadah haji sebenarnya tidak hanya memberikan dampak terhadap kehidupan orang tersebut, melainkan juga berdampak besar kepada sisi sosial di lingkungan orang yang berangkat haji tersebut," papar HM. Wildan Samani yang kesehariannya menjabat sebagai eselon III di BPK RI. (tej/fzi/tnf)

Kontributor : afauzi
Editor : Eko Triyanto
Dibaca : 668

Bagikan