Klarifikasi Kantor Kemenag Sleman: Tidak Benar OSIS Diganti ROHIS


Klarifikasi Kantor Kemenag Sleman: Tidak Benar OSIS Diganti ROHIS
Kategori : KABUPATEN/KOTA
Tanggal : 2020-01-17 15:56:59

Sleman (Humas Kemenag DIY) - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman menggelar konferensi pers terkait pemberitaan di media online  www.harianjogja.com yang menyebut 60% Rohani Islam (Rohis) SMA di Sleman terpapar paham radikal. Acara berlangsung di aula lantai 3 Kankemenag Sleman, Jumat (17/1/2020) dihadiri Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (PAKIS) Kanwil Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, H. Masrudin, M. Pd.I., Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kemenag Sleman, H. Suharto, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Jaenudin, MSI. Pembimas Katolik, C. Ismulyadi serta para Kasi di Bidang PAKIS.

Ketua Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Honorer Kabupaten Sleman, Unsur Jalis menegaskan bahwa pemberitaan yang mengutip pernyataannya tersebut tidak benar. Dirinya merasa tidak mengeluarkan statemen terkait ROHIS SMA di Kabupaten Sleman terpapar paham radikal. Sedangkan Kabid PAKIS, H. Masrudin, menjelaskan selama ini pihak Kanwil Kemenag DIY secara rutin melakukan monitoring ke sekolah-sekolah dan tidak menemukan ajaran radikalisme di jajaran ROHIS. "Kami telah melakukan monitoring ke sekolah-sekolah dan selama ini tidak menemukan ajaran radikalisme di jajaran ROHIS," ungkap Masrudin. Pihaknya juga mengkonfirmasi ke peneliti yang hasil penelitiannya dijadikan rujukan, dan mendapatkan jawaban penelitian tersebut tidak pernah dilakukan.

Klarifikasi Kantor Kemenag Sleman: Tidak Benar OSIS Diganti ROHIS

Klarifikasi Kantor Kemenag Sleman: Tidak Benar OSIS Diganti ROHIS

Hal senada disampaikan Kasi PAIS Kantor Kemenag Sleman, Drs. H. Suharto, yang menjelaskan pembinaan ROHIS di sekolah dilakukan oleh para guru di sekolah yang bersangkutan, tidak lagi melibatkan unsur luar seperti alumni. "Umumnya pihak sekolah telah membatasi pembinaan ROHIS dari pihak luar, seperti alumni," jelas Suharto.

Sedangkan Kasi Bimas Islam, Jaenudin, M.SI. menguraikan pihak Kementerian Agama, melalui penyuluh agama Islam baik PNS maupun honorer memiliki tugas fungsi di antaranya memberikan penyuluhan tentang bahaya radikalisme. Sehingga pihaknya menyayangkan terjadinya pemberitaan mencatut penyuluh agama.

Dalam konferensi pers tersebut juga ditegaskan tidak ada penggantian OSIS dengan ROHIS. Kedua organisasi tersebut masih tetap ada di sekolah. Seperti ramai diperbincangkan sebelumnya, situs www.harianjogja.com memuat kabar tentang penggantian OSIS sebagai organisasi siswa di sekolah, khususnya SMA. Berita tersebut dimuat pada Selasa (15/1/2020) dengan judul PENELITIAN: OSIS Diganti Jadi Rohis, 60% SMA di Sleman Terpapar Paham Radikal. Konferensi pers tersebut sekaligus sebagai klarifikasi bahwa pemberitaan di www.harianjogja.com tidak benar. Pihak Harian Jogja yang hadir dalam acara tersebut tidak memberikan pernyataan di forum. [eko]

Kontributor : Eko Triyanto
Editor : Eko Triyanto
Dibaca : 1009

Bagikan