Launching Manasik Haji Sepanjang Tahun, Dirbina Haji Khoirizi: Yogyakarta Adalah Pionir


Launching Manasik Haji Sepanjang Tahun, Dirbina Haji Khoirizi: Yogyakarta Adalah Pionir
Kategori : KANWIL
Tanggal : 2019-12-26 13:42:13

Yogyakarta (Inmas DIY)—Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY meluncurkan Program Manasik Haji Sepanjang Tahun. Kegiatan ini akan memberikan pendampingan manasik kepada calon jamaah yang bertujuan memberikan bekal pengetahuan haji secara optimal.

Tak ayal program ini mendapat pujian dari Direktur Bina Haji Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI Khoirizi H Dasir saat acara Launching Manasik Haji Sepanjang Tahun dan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama. Kegiatan ini digelar di Hotel Grand Dafam Rohan Yogyakarta, Kamis (26/12).

Launching Manasik Haji Sepanjang Tahun, Dirbina Haji Khoirizi: Yogyakarta Adalah Pionir

“Secara terbuka saya sampaikan Yogyakarta adalah pionir program Manasik Haji Sepanjang Tahun, semoga dapat ditiru wilayah lainnya,” tandas Khoirizi. Menurutnya program ini penting karena segi ibadah bagi jamaah haji sesungguhnya adalah yang utama. 

“Kadang kita terlalu sibuk terkait hotel, layanan, makanan namun melupakan pentingnya segi ibadah haji bagi jamaah,” ujarnya. Khoirizi menyebut, indeks kepuasan jamaah terkait ibadah mencapai 87,77 persen. “Bagaimana dengan sisanya, ini tentu menjadi tanggung jawab kita bersama,” sambungnya.

Ia menilai dengan program manasik haji sepanjang tahun akan dapat memandirikan dan meningkatkan pengetahuan bagi jamaah. “Selama ini telah berjalan 10 kali manasik yang dilakukan masing-masing 8 kali di KUA ditambah 2 kali tingkat kabupaten/kota tentu belum memadai,” akunya.

Di sisi lain, Khoirizi menyebut tantangan lain dalam penyelenggaraan haji yaitu 60 persen jamaah adalah usia lanjut. “Pembinaan kesehatan bisa dilakukan 9 bulan jelang keberangkatan,” katanya.

Ia juga mengingatkan, tahun 2020 tugas layanan haji semakin berat. “Jika kuota jamaah 250 ribu, apa kita mampu mengatur jamaah di Arafah, Muzdalifah dan Mina? Nanti jamaah bisa menjadi korban karena fasilitas di sana terbatas,” sambungnya lagi.

Untuk itu, pihaknya meminta agar ada sinergi antara Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) dengan Kemenag. “Sinergi ini harus berjalan dalam satu alur yang jelas. Mulai saat ini, misalnya, sudah dapat memetakan profil jamaah calon haji,” lanjut Khoirizi seraya menyebut peran serta dari Pemerintah Daerah turut menentukan keberhasilan penyelenggaraan haji.

Sebelumnya, Kakanwil Kemenag DIY Edhi Gunawan menjelaskan jika program manasik haji sepanjang tahun akan dilakukan tiap Jumat. “Kita namai Jumat Manasik dengan harapan mendapat berkah dari sayyidul ayyam,” terangnya. Program ini dimulai pukul 13.30 hingga 16.30 WIB. 

“Target minimal 2 x 60 menit. Estimasi waktu dalam setahun adalah 40 kali atau 10 bulan, dengan peserta jamaah keberangkatan tahun berjalan ditambah masa tunggu 2 tahun. Bisa dilakukan di KUA yang kini memiliki Gedung Manasik Haji, Aula Kecamatan, Puskesmas atau tempat lainnya,” jelas Kakanwil.

Tampak hadir dalam kesempatan ini Ketua Umum Pengurus Besar Forum Komunikasi Alumni Petugas Haji Indonesia (FKAPHI) HM Affan Rangkuti, jajaran Kakankemenag Kabupaten/Kota, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, dan ratusan hadirin lainnya. (bap)

Kontributor : Bramma Aji Putra
Editor : afauzi
Dibaca : 649

Bagikan