Pelatihan Manasik Mandiri, Ketua FKAPHI DIY: Haji dan Umrah Tidak Cukup Berbekal Niat Semata


Pelatihan Manasik Mandiri, Ketua FKAPHI DIY: Haji dan Umrah Tidak Cukup Berbekal Niat Semata
Kategori : INFORMASI
Tanggal : 2019-12-23 11:07:24

Sleman (Inmas DIY)—Jamaah calon haji yang berniat menunaikan ibadah haji maupun umrah diharapkan untuk dapat dipersiapkan segalanya. Bukan saja dari sisi materi maupun kesiapan fisik, namun juga dari segi mental disamping harus mengerti rukun, tata cara, maupun prosesi ibadah secara menyeluruh.

“Persiapan yang tidak kalah penting untuk tiap jamaah calon haji maupun umrah adalah manasik. Dalam kegiatan manasik, jamaah akan ditraining atau dilatih bagaimana pelaksanaan, rukun, persyaratan, wajib, sunah, maupun hal-hal yang tak boleh dilakukan selama melakukan ibadah haji dan umroh, agar ibadah mereka tidak sia–sia,” tandas Ketua Pengurus Wilayah Forum Komunikasi Alumni Petugas Haji (FKAPHI) DIY dr. H. Tejo Katon, S.Si, MBA, MM pada kegiatan manasik di Dusun Geneng, Tirtomartani, Kalasan Sleman, Ahad (22/12).

Tak ketinggalan adanya sosialisasi peraturan terbaru yaitu Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. “Manasik adalah sebuah kewajiban, karena kegiatan manasik merupakan hal yang bermanfaat dalam rangka membekali para calon jamaah haji dan umroh,” lanjutnya. Lewat training manasik ini, jamaah akan dibekali pengetahuan soft skill tentang apa yang mesti mereka lakukan ketika beribadah di Tanah Suci dan hard skill meliputi praktik tawaf, sa’i, dan prosesi ibadah lain dengan kondisi yang dibuat semirip mungkin dengan keadaan di tanah suci.

“Menunaikan ibadah haji ataupun umrah tidak cukup berbekal niat dan kemampuan secara finansial saja, namun tidak mengetahui apa yang harus dilakukan saat mulai dari tanah air, selama di tanah suci dan sekembalinya mereka di Tanah Air, sehingga diharapkan terjadi peningkatan dalam hal kualitas ibadah,” sambungnya lagi. Jamaah haji maupun umrah yang tidak mengikuti manasik dikhawatirkan akan mengalami banyak kendala ketika di Tanah Suci. "Jika mereka yang pernah ke tanah suci saja kerap kebingungan, apalagi jamaah yang baru kali pertama melaksanakan ibadah haji dan umrah," tegas dr. Tejo Katon.

Kegiatan pelatihan ini dihadiri sekitar 70 jamaah, yang dimulai dengan pengajian dari Ust. Musthofa Thosim, S.Ag, MSi. Manasik juga diperlukan guna menanamkan pemahaman kepada calon jamaah, mengenai tujuan keberangkatan mereka ke Tanah Suci hanya ibadah karena Allah. Cuaca panas dan sering berubah, serta kelelahan kerap menimbulkan selisih paham diantara para jamaah yang berasal dari berbagai daerah. Diakhir acara diadakan tanya jawab kesehatan seputar menunda haid untuk jamaah wanita. (tej/bap)

Kontributor : Bramma Aji Putra
Editor : Bramma Aji Putra
Dibaca : 273

Bagikan