PKUB Kemenag Gelar Dialog Lintas Agama di Yogyakarta


PKUB Kemenag Gelar Dialog Lintas Agama di Yogyakarta
Kategori : KANWIL
Tanggal : 2019-12-09 13:32:22

Yogyakarta (Inmas DIY)—Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI menggelar Dialog Lintas Agama Terkait Pemeliharaan dan Penguatan Kerukunan Umat Beragama di DIY, Senin (9/12/2019), di Hotel Santika Premiere Yogyakarta. Hadir dalam kesempatan ini Kepala PKUB Nifasri dan segenap jajaran, Kakanwil Kemenag DI Yogyakarta Edhi Gunawan dan puluhan peserta dialog yang merupakan tokoh lintas agama.

“Sengaja kami menggelar dialog lintas agama ini sebagai upaya persiapan hadapi Natal dan Tahun Baru agar tahun ini semakin aman dan nyaman dalam menjalankan ibadah,” tandas Nifasri.

PKUB Kemenag Gelar Dialog Lintas Agama di Yogyakarta

PKUB Kemenag Gelar Dialog Lintas Agama di Yogyakarta

PKUB Kemenag Gelar Dialog Lintas Agama di Yogyakarta

Menurutnya, Yogyakarta dipilih sebagai tempat penyelenggaraan karena dijuluki miniaturnya Indonesia. “Kalau kami kerjasama dengan luar negeri seperti menggelar beberapa kegiatan dialog lintas iman, mereka pasti memilih Yogyakarta yang disebut sebagai miniaturnya Indonesia,” sambungnya lagi.

Di lain pihak, Kakanwil Edhi Gunawan menyoroti tantangan yang dihadapi bangsa saat ini. “Tantangan ini sempat disinggung oleh Wakil Menag Zainut Tauhid beberapa waktu lalu saat Dialog dengan Tokoh Agama DIY yakni memudarnya budaya bangsa, adanya ancaman disintegrasi bangsa, dan melemahnya kemandirian bangsa,” jelas Kakanwil.

Untuk itu, pihaknya berharap agar ada solusi yang diambil. “Kita harus bangun kerukunan nasional melalui kurukunan umat beragama. Khusus di DIY sudah membentuk FKUB sampai tingkat kecamatan,” urainya lagi.

Kuncinya, menurut Kakanwil, adalah rutin menggelar pertemuan dengan komunikasi yang produktif. “Dari pertemuan ini bisa dilakukan deteksi dini kejadian yang berpotensi muncul di DIY,” ujar Kakanwil. Selain itu, ia juga mengingatkan diperlukan upaya memperkuat moderasi beragama yang berbasis pada tiga pilar yakni komitmen kuat membangun negara dan bangsa, toleransi, dan semangat antiradikalisme.

“Di akhir tahun ini kami juga akan menggelar Gebyar Kerukunan yang melibatkan umat lintas agama,” pungkas Kakanwil.

Sementara Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) DIY Ahmad Muhsin Kamaludiningrat menegaskan posisi kota Yogyakarta yang kondang disebut sebagai City of Tolerance. “Kami tiap pekan mengadakan rapat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB),” ujarnya seraya menyebut pembinaan KUB di DIY sudah dilakukan sejak kurun 1970.

Bahkan menurutnya, dialog FKUB yang dihelat pada 9 Juni 1993 mampu terpublikasi dengan baik. “Waktu itu kami berhasil mengidentifikasi masalah dan menyiapkan solusinya terkait penyiaran agama, pendirian rumah ibadah, peringatan hari besar keagamaan, perkawinan berbeda agama dan penguburan jenazah,” terangnya.

Kegiatan dialog ini diikuti 60 peserta. Selain MUI, juga diisi penyampaian pandangan dari Persekutuan Gereja Indonesia (PGI), Konferensi Waligeraja Indonesia (KWI), Parisadha Hindu Dharma Indinesia (PHDI), Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN), Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi). Juga representasi Ormas Keagamaan yaitu Pengurus Wilayah Nahdhatul Ulama (PWNU), Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), Pimpinan Aisyiyah, Fatayat, Pemuda Anshor dan Pemuda Muhammadiyah. (bap)

Kontributor : Bramma Aji Putra
Editor : Bramma Aji Putra
Dibaca : 336

Bagikan