250 Insan Pendidikan DIY, Ikuti Rakor Pendidikan Karakter yang Digelar Kemenko PMK


250 Insan Pendidikan DIY, Ikuti Rakor Pendidikan Karakter yang Digelar Kemenko PMK Rakor terkait pendidikan karakter yang digelar Kemenko PMK
Kategori : BIDANG/PEMBIMAS
Tanggal : 2019-12-03 11:47:51

Yogyakarta (Inmas DIY) - Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) menggelar rapat koordinasi (Rakor) mengambil tema Peran Guru dalam Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter dan Nilai-nilai Revolusi Mental pada Era Disrupsi Teknologi di Lingkungan Kementerian Agama, yang berlangsung di Grand Dafam Hotel Yogyakarta, Selasa (3/12).

Dalam kesempatan tersebut Asisten Deputi (Asdep) Urusan Pembinaan Umat Beragama Pendidikan Agama, dan Keagamaan, Kemenko PMK, Drs. H. Sahlan Masduki, MSI mengungkapkan pendidikan karakter menjadi faktor utama dalam menjamin keberhasilan pendidikan sejak dasar, tingkat pertama, menengah hingga perguruan tinggi. “Kemandirian perlu ditunjang dengan kompetensi dan karakter,” ungkapnya.

250 Insan Pendidikan DIY, Ikuti Rakor Pendidikan Karakter yang Digelar Kemenko PMK

250 Insan Pendidikan DIY, Ikuti Rakor Pendidikan Karakter yang Digelar Kemenko PMK

Sahlan melanjutkan, dalam rilis terbaru daya saing global Indonesia menduduki posisi 50 dunia, turun dari tahun sebelumnya yang semula ranking 45 dunia. “Penurunan daya saing ini dipengaruhi rendahnya inovasi, lemahnya kesiapan teknologi, riset dan pendidikan tinggi, serta insfrastruktur kurang memadai,” jelasnya.

Sedangkan Kakanwil DIY, Drs. Edhi Gunawan, M. Pd.I. mengungkapkan saat ini beberapa permasalahan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia antara lain, menurunnya etika berbangsa dan bernegara, ancaman disintegrasi bangsa, memudarnya keinginan merawat budaya luhur bangsa serta melemahnya kemandirian bangsa.

Sekretaris Dirjen Pendis Kementerian Agama Sekretaris Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Dr. Imam Syafi'i, M.Pd. menguraikan pentingnya bagaimana mengoptimalkan potensi yang dimiliki peserta didik. Menurutnya apapun capaian prestasi akademik yang diperoleh merupakan modal yang bisa dikembangkan.

Dalam kesempatan tersebut juga hadir Siti Nurhidayati, M. Pd. penatar trainer tingkat nasional Kemenag. Dalam pemaparannya, Siti menjelaskan implementasi pendidikan karakter dan relevansi nilai revolusi mental bagi guru di era disrupsi teknologi.

Kegiatan diikuti 250 peserta dari unsur Guru Madrasah, Guru pendidikan agama di sekolah umum, pengawas, pengasuh pondok pesantren, serta para pejabat dari Kanwil Kementerian Agama DIY serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota. [eko]

 

Kontributor : Eko Triyanto
Editor : Titik Nur Farikhah
Dibaca : 527

Bagikan