Raih Konsep Hidup Bahagia Bersama Pengajian Keluarga MAN 3 Sleman


Raih Konsep Hidup Bahagia Bersama Pengajian Keluarga MAN 3 Sleman
Kategori : MADRASAH
Tanggal : 2019-12-02 14:41:21

Sleman (MAN 3 Sleman) – MAN 3 Sleman memiliki salah satu agenda rutin yakni pengajian keluarga. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturrahmi antar guru pegawai beserta anggota keluarganya. Pengajian keluarga dijadwalkan setiap tiga bulan sekali, sehingga dalam satu tahun dapat dilaksanakan sebanyak empat kali. Seluruh guru dan pegawai MAN 3 Sleman dibagi menjadi empat kelompok yang mana nantinya akan bertugas sebagai tuan rumah atau pengunduh pengajian.

Ahad (01/12) seluruh civitas MAN 3 Sleman bersama anggota keluarga masing-masing menghadiri pengajian yang berlokasi di RM. Joglo Jl. Magelang km 17 Tempel, Sleman. Jadwal bulan Desember ini diunduh oleh kelompok keempat yakni Warjo, M.Pd. dan kawan-kawan. Kelompok pengunduh pengajian tampak antusias dan ramah menyambut satu per satu tamu yang hadir. Hal ini tentu memberikan kesan serta kenyamanan tersendiri bagi para tamu. Senyum merekah terpancar dari setiap tamu yang hadir menjadi bukti bahwa rasa kekeluargaan di Mayoga memang telah terjalin dengan sangat baik.

Raih Konsep Hidup Bahagia Bersama Pengajian Keluarga MAN 3 Sleman

Raih Konsep Hidup Bahagia Bersama Pengajian Keluarga MAN 3 Sleman

Acara pengajian ini dipandu oleh Nurudin, M.Si. selaku pembawa acara. Pengajian diawali dengan tadarus bersama membaca Q.S. Al Mulk ayat 1-30 yang dipimpin oleh M.Taufikurohman, S.Ag. Suasana yang tenang dan sejuk menambah kekhusyukan para tamu undangan dalam melantunkan ayat suci Al Qur’an. Warjo, M.Pd. selaku perwakilan kelompok pengunduh dan kepala madrasah selanjutnya memberikan sambutan.

“Terima kasih kepada kelompok pengunduh, begitu pula bapak ibu yang telah berkenan hadir. Meskipun ada beberapa yang berhalangan hadir namun tetap kita berharap jalinan ukhuwah dan materi yang akan disampaikan nanti bermanfaat bagi kita semua” pesan Nur Wahyudin Al Azis, S.Pd. selaku Kepala MAN 3 Sleman. Pada kesempatan ini pengajian diisi oleh ustadz H. Slamet Raharjo, BA. Beliau selama kurang lebih 60 menit menyampaikan materi tentang konsep hidup  dan unsur-unsur penentu kebahagiaan.

“Pada hakikatnya hidup manusia telah digariskan oleh Allah SWT baik dari segi umur, bahagia atau sengsara maupun pekerjaannya. Semua itu telah ditiupkan dalam ruh janin ibu hamil pada usia kandungan 120 hari” tutur ustadz. Rasulullah SAW pernah menyampaikan bahwa usia ummat beliau kelak hanya berkisar 60-70 tahun. Berdasarkan sabda Rasulullah SAW tersebut kita sepatutnya selalu mawas diri dan berusaha memanfaatkan usia ini dengan sebaik mungkin. Semua manusia tentu berharap memiliki usia yang bermanfaat dan berkah. Selanjutnya, disampaikan empat unsur penentu kebahagiaan dunia, antara lain: Pasangan yang sholeh/sholehah, keturunan yang sholeh/sholehah (diawali dari proses pertemuan calon pasangan yang baik pula), ekspresi terhadap lingkungan sekitar (menjalin komunikasi yang baik dengan tetangga, masyarakat serta lingkungan kerja), dan rizki yang halal (sumber rizki yang jelas dan halal)

Ustadz Slamet menambahkan bahwa segala sesuatu di dunia yang kita cintai ini, kelak akan ditinggalkan, maka tidak perlu kita mencintai suatu hal secara berlebihan. Allah SWT memandang kemuliaan seorang hamba bukan dari segi materi, namun terletak pada ibadah malamnya, sholat qiyamul lail nya. Sholat Tahajud menjadi salah satu ibadah yang perlu kita tiru karena aktivitas tersebut merupakan perilaku orang-orang sholeh pada masa lalu. Apabila kita mampu menerapkan empat unsur kebahagiaan tersebut insyaAllah kita akan dijauhkan dari sumber ketidakbahagiaan hidup yaitu sifat iri.

Pada akhir kajian, ustadz Slamet menjelaskan manfaat dari sholat Tahajud antara lain, mampu menggugurkan dosa-dosa besar, selalu dalam penjagaan Allah SWT, diijabahnya doa dan permohonan, dan yang tidak kalah bermanfaatnya ialah melatih otot-otot tubuh serta melancarkan aliran darah. Dalam setiap gerakan sholat usahakan untuk menahan lebih lama seperti saat posisi sujud, hal ini agar aliran darah yang masuk ke otak lebih banyak. Tanpa kita sadari setiap gerakan sholat ini ternyata mampu menghindarkan kita dari bahaya stroke. (Est)

Kontributor : MAN3SLEMAN
Editor : Titik Nur Farikhah
Dibaca : 317

Bagikan